Tahun Baru 2025 / 2026 yang Disentuh Duka, Biarkan Kepedulian Menjadi Cahaya di Tengah Gelap

Ditulis Oleh: H. Iding Mashudi
(Humas Da’i Polresta Bandung )
Tanggal: 29 Desember 2025
BANDUNGPOS ID.
Tahun Baru sering kali identik dengan kemeriahan, pesta, dan perjalanan yang penuh harapan. Namun kali ini, pergantian tahun hadir di tengah duka mendalam akibat musibah banjir kayu yang melanda Sumatera dan banjir makanan yang menimpa Cirebon. Di saat sebagian dari kita bersiap merayakan dengan kembang api dan tawa, ada saudara-saudara kita yang justru berjuang menyelamatkan sisa hidup mereka dari lumpur yang menelan dan mengumpulkan udara yang merendam.
Rumah-rumah yang dulu penuh kehangatan kini hancur, harta benda yang dipersiapkan sepanjang tahun hanya terbawa arus, dan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan tempat berteduh menjadi hal yang sulit terpenuhi. Tangis anak-anak yang kehilangan mainan, kegelisahan orang tua yang mencari cara bertahan, serta kelelahan para lansia yang sulit bergerak – semua itu menjadi potret nyata yang menyayat hati di balik bencana ini. Tahun Baru bagi mereka bukan tentang kemewahan, melainkan tentang bertahan hidup dan berharap agar hari esok lebih baik.
Di momen seperti ini, empati menjadi perayaan paling bermakna yang bisa kita berikan. Uang yang biasanya kita gunakan untuk membeli bensin demi jalan-jalan santai, membeli petasan yang hanya bersinar sebentar, atau hiburan sesaat, sesungguhnya bisa menjadi bantuan yang sangat berarti. Sedikit yang kita sisihkan – bahkan hanya sepotong roti atau sehelai selimut – mampu menghadirkan kehangatan dan harapan bagi mereka yang sedang terpuruk.
Menahan diri dari euforia merayakan bukan berarti kita menghilangkan kebahagiaan. Justru dengan berbagi apa yang kita miliki, kita menemukan makna Tahun Baru yang lebih dalam dan berarti. Kebahagiaan yang lahir dari kepedulian terhadap sesama akan bertahan jauh lebih lama dibandingkan gemerlap kembang api yang hanya menghilang dalam sekejap mata.
Tahun Baru adalah tentang memulai kembali, tentang menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan yang sesungguhnya. Ketika kita memilih untuk peduli dan beraksi, kita sedang menyalakan cahaya kecil yang mampu menghilangkan kegelapan yang menyelamatkan mereka. Setiap rupiah yang terkumpul, setiap bantuan yang diberikan, menjadi doa yang terwujud, menjadi penambah semangat, dan menjadi bukti bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini.
Mari kita sambut Tahun Baru dengan langkah yang lebih bijak dan penuh kasih. Bukan dengan gangguan petasan yang membingungkan, tapi dengan ketulusan hati yang menyentuh. Bukan dengan perjalanan jauh yang menghindari kenyataan, namun dengan mendekatkan diri pada penderitaan sesama. Karena pada akhirnya, Tahun Baru yang paling indah dan berharga adalah ketika kita mampu menghadirkan harapan bagi yang sedang terluka.





