Pendidikan

GCC Indonesia UPI dan PGRI Jabar Dorong Pendidikan Warga Global

3views

BANDUNG, BandungPos —
Global Citizenship Education Cooperation Center Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia bekerja sama dengan PGRI Jawa Barat menggelar pelatihan pendidikan kewarganegaraan global atau Global Citizenship Education (GCED) bagi kepala sekolah dan guru SMA/SMK PGRI se-Jawa Barat di Wisma PGRI Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (6/5/2026).

Pelatihan tersebut diarahkan untuk membentuk generasi muda yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas budaya lokal.

Sebanyak 90 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru dari 10 SMA/SMK PGRI mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua PGRI Jawa Barat, Akhmad Juhana, mengatakan tantangan global saat ini menuntut dunia pendidikan tidak hanya menyiapkan siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter. Karena itu, nilai Pancawaluya dinilai penting untuk menjadi fondasi pendidikan di Jawa Barat.

“Karakter Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer harus menjadi dasar pembentukan generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan global tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya saat sambutan pembukaan.

Ia menambahkan, PGRI Jawa Barat berkomitmen mendampingi sekolah peserta pelatihan agar berkembang menjadi sekolah model implementasi GCED berbasis Pancawaluya di Jawa Barat.

Hadirkan model pendidikan

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Agus Setiabudi, menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan model pendidikan yang relevan dengan tantangan masyarakat. Menurut dia, pendidikan kewarganegaraan global harus mampu memperkuat identitas nasional sekaligus membuka wawasan internasional peserta didik.

“Perguruan tinggi harus hadir di tengah masyarakat melalui penerapan kepakaran akademik yang nyata di sekolah-sekolah. Dengan begitu, model pendidikan yang dikembangkan tidak berhenti pada konsep, tetapi dapat diuji dan disempurnakan melalui praktik,” katanya.

Abad 21 tantangan pendidikan nakin kompleks

Direktur GCC Indonesia, Dasim Budimansyah, mengatakan tantangan pendidikan abad ke-21 semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, krisis lingkungan, penyebaran hoaks, hingga polarisasi sosial. Karena itu, pendidikan dinilai perlu diarahkan untuk membangun kesadaran global sekaligus kemampuan bertindak secara nyata di tengah masyarakat.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mengikuti pembelajaran berbasis model RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) yang dikembangkan secara reflektif dan aplikatif.

Materi yang diberikan mencakup kesadaran dunia global, tantangan globalisasi, Pancasila sebagai kompas moral global, hingga praktik kewarganegaraan aktif.

Peserta juga diperkenalkan dengan modul digital “Menjadi Warga Dunia Berkarakter Pancawaluya” yang akan diterapkan selama lima minggu melalui pendekatan blended learning di sekolah masing-masing.

Dalam implementasinya, siswa akan didorong melakukan diskusi isu global, refleksi moral, proyek aksi sosial, hingga pameran karya bertema “Dari Tatar Sunda untuk Dunia.”

Melalui program tersebut, GCC Indonesia dan PGRI Jawa Barat berharap lahir sekolah-sekolah model GCED berbasis Pancawaluya yang mampu memperkuat peran guru sebagai agen transformasi nilai dan membentuk generasi muda yang berakar pada budaya lokal, berorientasi nasional, serta berpandangan global.***ujn/dasim.

Leave a Response