PendidikanPendidikan

Gerakan Anak Muda Bangkit! Zigid Indonesia Tuai Apresiasi Dupel Sulsel 2026

3views

 

Oleh  Muhammad Nur Rasul Syarifuddin

ZIGID Indonesia terus menunjukkan eksistensinya sebagai gerakan literasi digital yang tidak hanya relevan, tetapi juga semakin kuat dan berdampak. Dukungan dari para Duta Pelajar Sulawesi Selatan 2026 menjadi bukti nyata bahwa Zigid hadir sebagai wadah sekaligus ruang bertumbuh bagi generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.

Muh. Rifqi Al Faritsi, Pemenang Putera Dupel Sulsel 2026, menilai Zigid sebagai solusi atas berbagai tantangan generasi muda saat ini. Menurutnya, Zigid tidak hanya memberikan ruang belajar, tetapi juga melatih keberanian, kecerdasan digital, dan membuka peluang di masa depan. “Zigid bukan sekedar wadah, tapi tempat kita berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan,” ujarnya.

Apresiasi serupa datang dari Andi Aprilya Felisyah Qarirah yang menyebut Zigid sebagai wadah positif untuk menyebarkan potensi dan memperluas wawasan. Sementara Muh. Rizki Hidayatullah menyoroti pentingnya peran Zigid dalam meningkatkan literasi digital, khususnya dalam melawan hoaks dan membangun kesadaran privasi di dunia maya.

Namun, dibalik apresiasi tersebut, Raihan Wira Wicaksana memberikan catatan agar Zigid terus menjaga kualitas program dan kedalaman materi. Hal ini senada dengan Andi Tenri Nabilah Uswa yang menekankan pentingnya konsistensi antara konten dan aksi nyata di lapangan.

Dari perspektif lainnya, Abbyatullashiqin menilai Zigid sebagai ruang diskusi yang harus mampu melahirkan karya nyata. Muhammad Alief Alghifari menambahkan bahwa literasi digital kini menjadi kebutuhan utama generasi muda, bukan sekadar pelengkap. Sementara Riska Aminarti mengapresiasi kreativitas konten Zigid yang inspiratif dan edukatif.

Andi Qadri Maula Jabbar juga menegaskan bahwa program-program seperti ZigidTalks mampu membangun budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab. Nabila Fataniyah pun memandang Zigid sebagai ruang kolaborasi yang membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkembang dan berkontribusi.

Dari Keresahan Menjadi Gerakan

Pendiri Zigid Indonesia, Muhammad Nur Rasul, menegaskan bahwa Zigid lahir dari keresahan menuju rendahnya literasi digital di kalangan generasi muda.

“Zigid Indonesia hadir bukan hanya untuk mengedukasi, tetapi untuk menumbuhkan cara berpikir kritis, karakter, dan keberanian anak muda dalam menyuarakan gagasan secara bijak. Kami ingin menciptakan ruang yang tidak hanya ramai diskusi, tetapi juga melahirkan aksi nyata,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Zigid terbuka bagi seluruh anak muda Indonesia yang ingin berkembang. “Kami percaya potensi anak muda Indonesia sangat besar. Tugas kami adalah menyediakan wadah dan lingkungan yang tepat agar mereka bisa bertumbuh dan berdampak,” tambahnya.

Diperkuat Tokoh Nasional

Langkah besar Zigid Indonesia semakin terlihat dengan bergabungnya tokoh literasi nasional, Bachtiar Adnan Kusuma, yang dikenal luas sebagai penggerak literasi di Indonesia. Kehadirannya menjadi energi baru sekaligus penguat arah gerakan Zigid ke depan.

Bergabungnya Bachtiar Adnan Kusuma tidak hanya menambah kredibilitas, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam membangun budaya literasi, khususnya di kalangan generasi muda. Dengan pengalaman dan dedikasinya di dunia literasi, kehadiran beliau diharapkan mampu mendorong Zigid Indonesia menjadi gerakan yang lebih masif dan berkelanjutan.

Menuju Gerakan Nasional Berdampak

Dengan dukungan dari pelajar berprestasi serta tokoh nasional, Zigid Indonesia kini berada pada fase penting menuju gerakan yang lebih besar. Tidak lagi sekadar komunitas, Zigid telah menjelma menjadi ruang kolaborasi, inovasi, dan aksi nyata bagi generasi muda Indonesia.

Di tengah tantangan era digital, Zigid Indonesia membuktikan bahwa anak muda tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga siap memimpin perubahan.

“Zigid Indonesia bukan sekedar tempat berkumpul, tapi tempat lahirnya generasi yang berpikir kritis, bergerak nyata, dan berdampak bagi Indonesia.” **Pendiri Zigid Indonesia, Muhammad Nur Rasul Syarifudin dan tinggal di Sulawesi Selatan

Editor : Rianto Muradi

Leave a Response