Laga Semen Padang Vs Persib Tak Tayang di TV Nasional, Tradisi Nobar Bobotoh Terancam Putus

KOTA BANDUNG, Bandungpos Id.
Pertandingan antara Semen Padang FC melawan Persib Bandung pada pekan ke-26 Super League Indonesia, Minggu (5/4/2026), dipastikan tidak disiarkan secara langsung di televisi nasional. Laga krusial ini hanya dapat disaksikan secara eksklusif melalui layanan live streaming di platform Vidio.
Keputusan penyiaran ini langsung memicu gelombang kekecewaan di kalangan masyarakat, khususnya di tengah komunitas suporter Bobotoh. Banyak dari mereka merasa dirugikan karena tidak semua kalangan memiliki akses internet yang stabil maupun kemampuan finansial untuk berlangganan layanan daring demi menyaksikan pertandingan tim kebanggaan.
Salah satu yang menyuarakan kekecewaan tersebut adalah Fahmi (19), seorang Bobotoh asal Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Ia mengaku sangat terpukul dengan perubahan ini, mengingat ia biasanya menikmati setiap pertandingan Persib melalui siaran televisi nasional seperti Indosiar bersama lingkaran terdekatnya.
“Saya sangat kecewa, biasanya nonton di TV bareng teman-teman. Sekarang tidak tayang di Indosiar, jadi susah,” ujar Fahmi. Menurutnya, perubahan format penyiaran ini tidak hanya menghambat aksesibilitas, tetapi juga secara signifikan mengikis suasana kebersamaan yang menjadi inti dari dukungan emosional terhadap tim kesayangan.
Kekecewaan serupa juga disampaikan oleh Sumarna (55), warga lokal yang selama ini dikenal rutin menggelar acara nonton bareng (nobar) setiap kali Persib bertanding. Ia biasanya menyiapkan fasilitas layar lebar agar warga sekitar, mulai dari anak-anak hingga lansia, dapat berkumpul dan merasakan euforia pertandingan secara bersama-sama.
Namun, kali ini rencana mulia tersebut terpaksa dibatalkan lantaran absennya siaran televisi yang menjadi syarat utama acara tersebut. Tanpa akses yang mudah dan merata melalui layar kaca, momen kebersamaan yang selama ini menjadi tradisi di lingkungannya pun terancam putus.
Sumarna berharap, ke depannya pihak penyelenggara dan penyiar dapat mempertimbangkan kembali keputusan serupa. Ia berharap laga-laga penting dengan skala besar seperti ini kembali disiarkan di televisi nasional demi menjaga kelestarian tradisi kebersamaan masyarakat dalam mendukung tim kebanggaan mereka. (ask/id)***





