Unisba Perkuat Internasionalisasi, FFDS Berangkatkan Peserta Program MELATI 2026 ke Universiti Malaysia Terengganu

METRO BANDUNG, bandungpos.id– Fakultas Farmasi dan Sains (FFDS) Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali memperluas jejaring akademik internasional melalui pelepasan peserta Student Exchange Mobility, Experiential Learning, Academic, Technology and Internationalization (MELATI) Program 2026. Program ini akan membawa mahasiswa Unisba mengikuti kegiatan akademik di Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Malaysia.
Prosesi pelepasan dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung Fakultas Farmasi dan Sains Unisba, Jalan Ranggagading Nomor 8, Bandung, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Farmasi dan Sains Unisba, Dr. apt. Suwendar, S.Si., M.Si., kemudian dilanjutkan dengan arahan sekaligus pelepasan resmi oleh Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si.
Dalam sambutannya, Suwendar menegaskan bahwa Program MELATI merupakan salah satu bentuk nyata komitmen FFDS Unisba dalam mendukung agenda internasionalisasi perguruan tinggi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh pengalaman akademik di tingkat global sekaligus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri.
Ia menjelaskan, Program MELATI 2026 tidak hanya menghadirkan kegiatan Student Exchange, tetapi juga mencakup Program Kreativitas Masyarakat (PKM) Internasional yang melibatkan dosen serta Lecturer Exchange yang akan mulai diterapkan pada Tahun Akademik 2026/2027.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan wawasan baru bagi semua peserta. Kami berharap mahasiswa dapat menjaga nama baik Unisba, Fakultas Farmasi dan Sains, serta Indonesia selama mengikuti program di Malaysia,” ujarnya.
Rangkaian Program MELATI berlangsung pada 3–16 Agustus 2026. Tahapan awal dilaksanakan secara daring pada 3–8 Agustus, sedangkan keberangkatan menuju Malaysia dijadwalkan pada 9 Agustus. Selanjutnya, mahasiswa akan mengikuti berbagai aktivitas akademik di Universiti Malaysia Terengganu selama 10–16 Agustus 2026.
Program ini mendapat pendampingan dari dua dosen Unisba, yakni Erwin Hamdani Harahap, S.Si., M.Sc. dan Ilham Faishal Mahdy, S.Stat., M.Stat., yang saat ini tengah menempuh studi lanjut di Malaysia.
Peserta Student Exchange terdiri atas empat mahasiswa, yaitu Rifki Muhammad Miftah dan Shavina Putri Naura dari Program Studi Statistika, serta Faiz Ruwayfi Sjattar dan Pahri Permana dari Program Studi Matematika.
Suwendar turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas komitmen mereka mengikuti program internasional tersebut. Ia menyebut sebagian besar pembiayaan dilakukan secara mandiri dengan dukungan dari fakultas. Pengalaman belajar di luar negeri diharapkan mampu meningkatkan kompetensi akademik, memperluas perspektif global, sekaligus memperkuat daya saing lulusan Unisba.
Program Student Mobility Buka Peluang Belajar Global
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Belmawa Unisba, Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, menyampaikan bahwa kesempatan mengikuti program student mobility merupakan peluang berharga yang tidak dimiliki setiap mahasiswa. Oleh karena itu, para peserta diminta memanfaatkan pengalaman tersebut secara maksimal.
Menurutnya, mahasiswa perlu aktif berdiskusi dengan dosen dan mahasiswa di universitas tujuan, membangun jejaring internasional, serta menyerap berbagai pengalaman yang dapat diterapkan setelah kembali ke Unisba.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk membuka cakrawala dunia, memperluas networking, berdiskusi dengan sivitas akademika di universitas tujuan, dan membawa pulang inspirasi baru bagi pengembangan diri maupun kampus,” katanya.
Selain mengikuti aktivitas akademik, peserta juga diharapkan mempelajari budaya riset, sistem pendidikan, serta berbagai praktik terbaik yang diterapkan di Universiti Malaysia Terengganu. Pengalaman tersebut dinilai akan menjadi bekal penting dalam menyelesaikan studi, meningkatkan kualitas penelitian, hingga mempersiapkan kepemimpinan di masa mendatang.
Asnita juga mengapresiasi langkah Fakultas Farmasi dan Sains Unisba yang melibatkan dosen yang sedang melanjutkan studi di luar negeri sebagai pendamping kegiatan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi akademik sekaligus mendukung pengembangan kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan.
Mengakhiri sambutannya, Asnita secara resmi melepas keberangkatan peserta Program MELATI 2026. Ia berharap program tersebut memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa sekaligus mendukung peningkatan reputasi Unisba, fakultas, dan program studi dalam membangun jejaring akademik internasional yang semakin luas. (ask)***





