Bandung Raya

Unisba Siapkan Tenaga Kependidikan Hadapi Masa Purnabakti Lewat Pelatihan Komprehensif, Perkuat Program Kampus Berdampak

12views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun Kampus Berdampak melalui perhatian terhadap seluruh sivitas akademika, termasuk tenaga kependidikan yang akan memasuki masa purnabakti. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Masa Pembekalan Pensiun Tahun 2026 yang digelar selama dua hari, Kamis hingga Jumat (6–7/8/2026).

Sebanyak 22 tenaga kependidikan mengikuti kegiatan tersebut sebagai bekal menghadapi fase baru setelah menyelesaikan masa pengabdian di lingkungan kampus. Program ini tidak hanya membahas kesiapan finansial, tetapi juga memperkuat aspek mental, kesehatan, serta perencanaan aktivitas agar peserta tetap produktif setelah pensiun.

Pelatihan hari pertama berlangsung di Student Center Unisba dengan menghadirkan berbagai materi yang dirancang untuk membantu peserta menghadapi masa purnabakti secara menyeluruh. Materi yang disampaikan meliputi Financial Planning for Retirement mengenai perencanaan keuangan keluarga, strategi memulai usaha, sesi motivasi Pensiun dengan Bening Hati untuk menggali potensi diri, hingga edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat pada masa pensiun.

Sebagai bagian dari pembelajaran praktik, peserta juga mengikuti kunjungan lapangan pada hari kedua ke Batagor Yoel, sebuah usaha laundry, dan SMM. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh gambaran langsung mengenai pengelolaan usaha sekaligus inspirasi untuk membangun aktivitas produktif setelah memasuki masa purnabakti.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan Sumber Daya, Dakwah, dan Kemitraan (PSDUK) Unisba, Dr. Helmi Aziz, S.Pd.I., M.Pd.I., menuturkan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk apresiasi universitas kepada tenaga kependidikan yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya bagi kemajuan Unisba.

Menurutnya, pembekalan menjelang pensiun bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari komitmen institusi untuk memberikan penghormatan kepada para tenaga kependidikan yang selama ini menjadi salah satu pilar penting dalam perkembangan universitas.

“Materi pembekalan pensiun ini bukan semata-mata kegiatan seremonial atau rutinitas belaka. Lebih dari itu, ini merupakan bentuk komitmen kami selaku pimpinan Universitas Islam Bandung untuk senantiasa memberikan penghargaan dan penghormatan kepada Bapak dan Ibu tenaga kependidikan yang telah mendedikasikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk membangun, menjaga, dan memajukan Unisba,” ujarnya.

Helmi menjelaskan, perjalanan dan kemajuan Unisba hingga saat ini tidak terlepas dari kontribusi tenaga kependidikan yang menjalankan berbagai fungsi strategis, mulai dari administrasi, akademik, keuangan, teknologi informasi hingga berbagai layanan penunjang lainnya. Oleh karena itu, masa purnabakti harus dipandang sebagai awal dari perjalanan baru untuk terus berkarya dan mengabdi kepada masyarakat.

Rektor Unisba: Masa Pensiun Bukan Akhir Produktivitas

Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., turut memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kependidikan yang selama puluhan tahun telah menjadi bagian dari perjalanan dan perkembangan universitas.

Ia mengatakan, keberhasilan Unisba tidak bisa dilepaskan dari dedikasi seluruh tenaga kependidikan yang bekerja di balik berbagai layanan kampus. Karena itu, setiap insan yang memasuki masa purnabakti perlu mempersiapkan diri dengan matang agar tetap mampu menjalani kehidupan yang aktif dan produktif.

Mengutip Surah Al-Hasyr ayat 18, Rektor mengajak peserta mulai merancang masa depan sejak dini. Menurutnya, perencanaan yang baik mencakup pengelolaan keuangan, kesehatan, pemanfaatan waktu, hingga aktivitas yang akan dijalani setelah tidak lagi bekerja.

“Bukan setelah pensiun menjadi tidak produktif. Setelah pensiun, waktu Bapak dan Ibu jauh lebih banyak. Gunakan pembekalan selama dua hari ini sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan peserta agar lebih berhati-hati dalam memilih investasi maupun peluang usaha setelah menerima dana pensiun. Setiap keputusan, menurutnya, harus didasarkan pada perhitungan yang matang dengan mempertimbangkan manfaat serta risiko yang ada.

Sementara itu, Manager Divisi Bisnis dan Operasional Duta Transformasi (DT) Insani, Bani Asrofudin, M.Sc., menyampaikan bahwa terdapat empat aspek utama yang perlu dipersiapkan menjelang masa purnabakti, yakni kesiapan mental, kesehatan, keuangan, dan kewirausahaan.

Menurut Bani, perubahan rutinitas setelah pensiun sering kali memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Karena itu, kesiapan mental menjadi fondasi utama agar seseorang mampu menikmati masa pensiun dengan baik. Di samping itu, menjaga kesehatan melalui pola makan, pola minum, dan pola tidur yang seimbang juga menjadi bagian penting dalam menjalani masa purnabakti.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai strategi mengelola dana pensiun secara bijaksana, sekaligus wawasan kewirausahaan yang dapat menjadi pilihan untuk tetap berkarya dan memperoleh penghasilan setelah pensiun.

“Dari empat hal tersebut, yang paling penting adalah memiliki aktivitas. Sebab ketika seseorang tidak lagi mempunyai kegiatan, kondisi itulah yang paling berbahaya,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini, Unisba berharap seluruh tenaga kependidikan yang akan memasuki masa purnabakti memiliki kesiapan yang lebih matang, baik secara mental, fisik, maupun finansial. Program tersebut sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Unisba dalam menghadirkan Kampus Berdampak, yang tidak hanya berfokus pada peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga memberikan pendampingan bagi sivitas akademika dalam setiap fase kehidupan, termasuk saat memasuki masa pensiun.(ask)***

Leave a Response