Kolom Sosial Politik

Prabowo: Presiden Tanpa Oposisi

52views

 

Oleh: Ridhazia

INDONESIA  menjadi negara demokrasi tanpa oposisi. Koalisi di parlemen yang gemoi dan kuat menempatkan sebagian besar fraksi DPR berada di lingkar dalam kekuasaan.

PDIP sebagai partai pemenang pemilu legislatif pun memilih frasa sebagai partai penyeimbang ketimbang menyebut diri sebagai oposisi murni.

Partai besutan mantan Presiden Megawati tampil ala kadarnya. Asal ada dan untuk menyatakan kepada publik dunia bahwa di Indonesia masih negara demokratis. Masih ada “cheks and balance”.

Partai Netizen

Mengisi kekosongan fungsi kontrol sosial akibat minimnya oposisi formal di negeri ini, kini kelompok sipil yang independen berperan sebagai politisi

Melalui mendia sosial tumbuh bersama sebagai kekuatan kritis yang memantau jalannya kekuasaan yang jauh lebih cepat dan lebih awas. Bahkan cenderung reaktif.

Melakukan kontra-hegemoni terhadap rezim politik dengan menyebarkan narasi kritis, tagar populer, dan aktivisme digital untuk menandingi wacana resmi politisi partai.

Dengan memobilisasi dukungan publik tanpa struktur hierarkis, jutaan netizen bertindak sebagai “pengawas” independen. Menjadi partner kritis dengan menyebarkan narasi alternatif untuk melawan dominasi media mainstream.

Dengan menyajikan data, dokumenter dan video kesaksian langsung dari lapangan, kekelompokan sipil ini bisa mencegah manipulasi serta memviralkan bukti pelanggaran hukum oleh para politisi busuk.*

  * Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response