
Oleh: Ridhazia
PERANG AS-Israel kontra Iran belum akan usai. Belum diketahui siapa pemenangnya.
Masih proses. Itu pun sebatas rencana gencatan senjata. Dan, sangat mungkin pertempuran di Tanah Persia berakhir imbang (stalemate).
Cuma Klaim
Bahwa ada penyataan” satu negara menang perang atas negara lain” hanya narasi diplomasi yang dirancang untuk menyesatkan publik.
Video hasil rekayasa AI dan informasi palsu disebarkan misalnya disuguhkan untuk menciptakan persepsi positif dan mendulang simpatik publik.
Dengan kata lain, narasi perang itu bagian dari permainan citra negara yang berkonflik. Suatu propoganda sepihak yang dirancang untuk mengaburkan kenyataan.
Hasil Riset
Sebuah penelitian membuktikan hipotesis bahwa pihak yang paling keras mengklaim kemenangan justru adalah pihak yang paling takut akan kekalahan
Keberisikan sering kali merupakan bentuk kompensasi atas rasa tidak aman (insecurity). Bahkan ketakutan yang mendalam akan kegagalan.
Dan, narasi klaim kemenangan dalam suatu konflik seringkali itu hanya taktik performatif untuk menutupi kurangnya substansi. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





