Kolom Sosial Politik

Ekstase Persib

6views

 

Oleh: Ridhazia

PERSIB bukan sekadar klub sepak bola, melainkan identitas budaya, ruang sakral modern, ritual kolektif dan gaya hidup yang mengakar kuat.

Bahkan fanatisme terhadap skuad sepakbola asal Bandung ini secara metafora sebagai “agama kedua” yakni sebuah sumber identitas hingga ritual kolektif dan loyalitas tanpa batas.

Ekstase

Di era moderen sepak bola telah berubah menjadi agama sekuler tempat manusia mencari ekstase kolektif dan identitas bersama.

Ekstase — dari bahasa Yunani ékstasis – adalah keadaan di luar kesadaran diri yang membuat seseorang merasa terlepas dari tubuhnya atau sangat khusyuk.

Keadaan ini ditandai dengan perasaan bahagia yang meluap-luap, keterlibatan pikiran secara total, dan terkadang disertai pengalaman spiritual atau mistis.

Bukan Syariat

Meski bukan bagian dari ajaran syariat totalitas pendukung seringkali melampaui logika biasa. Rela mengorbankan waktu, tenaga, dan uang secara ekstrem bahkan nyawa demi membela warna kebesaran klub.

Ritual Kolektif

Dalam perspektif sosiologi, stadion GBLA dan Kota Bandung — seperti diperlihatkan pada perayaan kemenangan Persib — berubah menjadi tempat ibadah sekuler tempat ribuan pendukung Persib berkumpul untuk bernyanyi, bersorak, dan merayakan ekstase bersama.*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response