Kolom Sosial Politik

Prabowo Mencari Putin

23views

 

Oleh: Ridhazia

PRESIDEN Prabowo Subianto ke Moskow menemui Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin pada Minggu (12/4) malam.

Kunjungan kali ini berbeda dengan kunjungan ke Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang BOP.

Dan, sudah bisa ditebak diplomasi Prabowo kali ini sepenuhnya untuk mengamankan pasokan energi Indonesia. Apalagi Rusia produsen dan eksportir energi terbesar di dunia. Bahkan pemain kunci geopolitik global yang belum bekerjasama langsung dengan Indonesia.

Tepat Cepat Hebat!

Kedatangan Prabowo ke Istana Kremlin sangat cepat tepat dan hebat. Apalagi Rusia sedang menghadapi lebih dari 28.000 sanksi Barat sejak invasi Ukraina (2022) yang mencakup sektor keuangan, energi, dan teknologi.

Dengan kata lain, Prabowo menjadi tamu istimewa Putin. Kedua kepala negara itu berbagi masalah dalam negeri masing-masing.

Terutama terkait konflik di Timur Tengah yang tidak mereda dalam waktu dekat. Sebagai “sahabat” Iran, Putin juga bisa diharapkan bantuan untuk meloloskan dua kapal Pertamina yang tersandera di Selat Hormuz.

BBM Gawat

Berdasarkan situasi per April 2026, penyediaan minyak bumi Indonesia akibat konflik di Selat Hormuz terus menerus semakin menipis.

Sedangkan 25% -an iimpor minyak mentah Indonesia berasal dari Timur Tengah yang melewati selat penguasaan Iran. Penutupan jalur ini mengganggu rantai pasokan kilang dalam negeri.

Atau setidaknya, stok nasional yang diberitakan masih aman sehingga tidak ada ke aikan BBM bersubsidi di Tanah Air. Tapi stok yang tersedia masih rentanh. Hanya untuk jangka pendek sekitar 23-28 hari saja.

Solusi : Rusia!

Impor minyak dari Rusia merupakan solusi, selain pasokan dari negara-negara non-Timur Tengah, seperti Australia, Amerika Serikat, Brasil, dan Afrika Barat antara lain Nigeria dan Angola.

Kebetulan Rusia salah satu produsen minyak dan gas alam terbesar di dunia. Cadangan energi yang melimpah tapi belum mengekspor  minyak ke Indonesia.

Sebagai negara pemain utama dalam pasokan energi global, Rusia menjual minyak selama ini untuk Tiongkok dan India sebagai pembeli terbesar minyak mentahnya.

Sedangkan Indonesia mengimpor BBM dari Singapura dan Malaysia. Untuk minyak mentah (crude oil), sumber impor utama Indoensia berasal dari Nigeria, Angola, Arab Saudi, Brasil, Gabon, dan Amerika Serikat.*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response