Daerah

Haol KH. Aceng Dudung, Momentum Ziarah Rohani dan Penguatan Ukhuwah Alumni

0views

GARUT Bamdungpos. Id — Peringatan Haol atau haul keberkahan KH. Aceng Dudung yang dirangkaikan dengan Silaturahmi Akbar Alumni Pondok Pesantren Al-Hikmah Cinangsi berlangsung dengan penuh kekhidmatan di lokasi pesantren, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut, Ahad (31/5/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh ribuan alumni, santri, dan jamaah dari berbagai penjuru daerah sebagai bentuk penghormatan mendalam sekaligus upaya memperkokoh ikatan persaudaraan.

Dalam kesempatan tersebut, Sesepuh Pondok Pesantren, KH. Aceng Mufti Badar, menyampaikan pesan mendalam agar seluruh keluarga besar pesantren senantiasa menjaga kekompakan dan meneladani akhlak para pendiri. Menurutnya, keberkahan sebuah lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh kuatnya ikatan cinta dan kesetiaan para alumninya terhadap almamater.

Dalam sesi tausiyah yang penuh hikmah, Hasanudin Bunyamin, selaku tokoh alumni Pondok Pesantren Al-Hikmah Cinangsi, memaparkan makna mendasar dari tradisi haol. Menurutnya, momen ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana strategis untuk merekatkan kembali tali silaturahmi antarwarga pesantren yang mungkin terpisah oleh jarak dan waktu, demi menjaga kehangatan hubungan yang telah dibina sejak lama.

Lebih lanjut ia menegaskan, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan besarnya jasa dan pengorbanan seorang pendidik. Sosok almarhum KH. Aceng Dudung telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mencetak generasi rabbani. Warisan keilmuan dan akhlak mulia yang ditinggalkan wajib dijaga, dilestarikan, dan dilanjutkan oleh para santri serta alumni sebagai bentuk tanggung jawab moral dan keilmuan.

“Kita diajak untuk senantiasa memelihara semangat thalabul ilmi atau kegemaran menuntut ilmu. Ilmu yang diperoleh di pesantren bukan hanya bekal dunia, melainkan modal utama untuk mengabdi kepada agama dan umat serta menjadi penerang bagi lingkungan sekitar,” ujar Hasanudin.

Di penghujung paparannya, Ustaz Hasanudin mengajak seluruh hadirin untuk mengambil pelajaran terbesar dari peringatan ini, yaitu mengingat kematian sebagai nasihat abadi. Kesadaran akan keterbatasan hidup di dunia ini diharapkan mampu melembutkan hati dan memotivasi setiap insan untuk memperbanyak amal shaleh sebagai bekal kehidupan akhirat.

“Haol bukan hanya tentang mengenang kebesaran orang-orang saleh yang telah mendahului kita, tetapi juga menjadi momen muhasabah atau introspeksi diri. Mari kita perkuat iman, perbanyak ilmu, dan luruskan niat, agar kita pun dipersiapkan untuk kembali kepada-Nya dalam keadaan husnul khotimah,” pungkasnya. (Ask/Id)***

Leave a Response