Oleh Ridhazia
Sebuah media digital SundaNews.id akan segera diluncurkan. Hari ini hingga 30 hari ke depan media baru ini akan diuji coba dan diperkenalkan ke publik.
Media massa digital kasundaan ini digagas oleh para inohong Sunda. Antara lain tercantum sebagai pengelola nama-nama yang tak asing lagi yaitu Karno Kartadibrata, AS Haris Sumadiria, Darajat Wibawa dan Askurifai Baksin.
Setahu saya nama-nama para pengelola adalah mantan jurnalis yang berasal dari media cetak yang pernah terbit di Bandung. Dari nama-nama itu saya menduga media digital baru ini dikelola dengan manajemen profesional. Bukan alasan emosional kesundaan semata.
Kelahiran media digital baru ini menjadi pelengkap keberadaan media serupa yang sudah ada sebelumnya. Terutama yang berasal dari media cetak biasa bertransformasi menjadi media digital.
Apa pun namanya, siapa pun penggagasnya, semua itu bakal menjadi menjadi media penopang dan pelestari kebudayaan Sunda.
Apalagi menurut Ketua PDPBS Unpad Prof. Ganjar Kurnia mencatat, sedikitnya 100 media massa berbahasa Sunda atau media yang membahas kebudayaan Sunda yang pernah terbit sudah punah.
Kematian sia-sia itu menyebabkan tidak banyak orang Sunda yang tahu atau bahkan pernah melihat rupa dari media tersebut. Ditambah minimnya arsip.
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





