
Oleh: Ridhazia
SEBUAH “Koalisi Lelaki” mendesak Menteri PPPA, Arifah Fauzi mundur setelah mendapat sorotan usai mengusulkan gerbong khusus perempuan dipindah ke tengah rangkaian gerbong lelaki.
Usulan ini memicu kritik publik karena “bertabrakan” dengan akal sehat paling standar yaitu kemampuan dasar manusia untuk berpikir logis.
Absurd
Ibu menteri yang terhormat diduga telah melakukan kesalahan berpikir dan kesulitan membedakan benar dan salah.
Ia juga tidak mampu berpikir tentang baik dan buruk sehingga publik menganggap ia melakukan kesalahan mendasar. Bahkan absurd.
Ia cenderung mengutamakan pendapat sendiri bukan pendapat institusi yang dipimpinnya. Ia juga tidak faham posisinya sebagai pejabat publik tentang “kapan harus berbicara dan kapan harus diam” dalam situasi tertentu.
Sejak Abad 18
Teori akal sehat yang sering disebut sebagai Scottish School of Common Sense atau Realisme Akal Sehat pada awalnya dikembangkan oleh filsuf Skotlandia abad ke-18, Thomas Reid (1710–1796) sebagai respons dan kritik terhadap terhadap skeptisisme ekstrim.
Inti teorinya, bahwa pengetahuan dasar tentang dunia dan prinsip-prinsip moral sebagai hal yang wajar dan diyakini oleh semua orang tanpa perlu pembuktian yang rumit.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





