Festival Muharram 1448 H di Perumahan Unisba Meriah, Pawai Obor dan Syiar Hijrah Satukan Warga

KABUPATEN BANDUNG, bandungpos.id – Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kembali terasa di lingkungan Perumahan Unisba RW 12, Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Ratusan warga dari berbagai kalangan mengikuti Festival Muharram 1448 H yang digelar sebagai bentuk syiar Islam sekaligus sarana mempererat ukhuwah dan kebersamaan masyarakat.
Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan ini terselenggara berkat kolaborasi antara RW 12, DKM Masjid Nurul Muttaqien, DKM Masjid Al-Ukhuwah, majelis taklim kedua masjid, serta para remaja masjid yang aktif menghidupkan kegiatan keagamaan di lingkungan Perumahan Unisba.
Festival Muharram tahun ini menghadirkan beragam kegiatan bernuansa edukatif dan religius, mulai dari pemutaran film tentang hijrah Nabi Muhammad SAW, salat berjamaah, pawai obor, makan bersama, hingga pembagian door prize yang menambah semarak suasana.
Ratusan warga dari RT 1 hingga RT 5 tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Tidak hanya anak-anak dan remaja, para orang tua juga turut hadir sehingga suasana kebersamaan terasa begitu hangat sepanjang kegiatan berlangsung.
Acara diawali dengan nonton bareng film bertema hijrah yang mengisahkan perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan ajaran Islam. Setelah itu, warga melaksanakan salat Isya berjamaah, mendengarkan sambutan dan tausiah, mengikuti pawai obor, menikmati santap malam bersama, hingga mengikuti pembagian hadiah dan doa penutup.
Kegiatan ini dimotori oleh Iwan Firmansyah, Abdul Aziz, dan Nurul dengan dukungan penuh dari Kurma (Keluarga Remaja Masjid Al-Ukhuwah) dan KRIM (Keluarga Remaja Islam Masjid Nurul Muttaqien) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Menanamkan Nilai Hijrah kepada Generasi Muda
Ketua DKM Masjid Al-Ukhuwah yang juga dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Bandung (Unisba), Dr. Aep Saefudin, M.Ag, mengingatkan pentingnya mengenang peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu tonggak sejarah Islam yang penuh makna.
Menurutnya, hijrah Rasulullah merupakan perjalanan besar yang sarat dengan pengorbanan, kesabaran, dan perjuangan dalam menegakkan ajaran Islam.
“Mengenang hijrah Nabi Muhammad SAW bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga bagian dari ibadah dan syiar Islam di tengah kehidupan modern yang sering kali membuat umat melupakan nilai-nilai perjuangan para pendahulu,” ujarnya.
Koordinator kegiatan, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa Festival Muharram dirancang untuk memperkenalkan makna hijrah kepada anak-anak dan generasi Z dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
“Kami ingin generasi muda mengenal sejarah hijrah Rasulullah SAW sejak dini. Jangan sampai mereka kehilangan pemahaman tentang salah satu peristiwa paling penting dalam perjalanan dakwah Islam,” katanya.
Sementara itu, Ketua RW 12 Perumahan Unisba, Askurifai Baksin, menilai peringatan Tahun Baru Hijriah merupakan salah satu bentuk syiar Islam yang penting untuk terus dilestarikan di tengah dominasi budaya populer yang kerap menggeser perhatian masyarakat dari sejarah dan tradisi keislaman.
Pawai Obor Jadi Simbol Semangat Hijrah
Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian warga adalah pawai obor yang menempuh rute sekitar dua kilometer mengelilingi kawasan Perumahan Unisba dan sekitarnya.
Pawai diikuti oleh anak-anak, remaja, hingga orang tua yang berjalan bersama membawa obor sebagai simbol cahaya hijrah dan semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Untuk menjaga keselamatan, anak-anak berusia di bawah lima tahun tidak membawa obor, melainkan menggunakan lampu senter sebagai pengganti.
Rute pawai dimulai dari Masjid Al-Ukhuwah, kemudian melintasi Jalan Raya Jatihandap, kawasan Panyandaan, dan kembali memasuki Perumahan Unisba hingga berakhir di halaman masjid.
Meski melewati jalur yang cukup ramai kendaraan, seluruh peserta berjalan dengan tertib dan penuh semangat. Cahaya obor yang menerangi malam Muharram berpadu dengan suasana kebersamaan yang mencerminkan kuatnya ukhuwah Islamiyah di lingkungan warga.
Setelah pawai selesai, peserta menikmati makan malam bersama yang telah disiapkan panitia. Momen tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Di penghujung acara, Iwan Firmansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus kedua masjid, remaja masjid, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan Festival Muharram 1448 H.
“Mari jadikan kebersamaan dua masjid ini sebagai kekuatan umat. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat tumbuhnya persaudaraan, kepedulian sosial, dan peradaban yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Semoga Festival Muharram menjadi momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik serta memperkuat syiar Islam dan ukhuwah di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Festival Muharram 1448 H menjadi bukti bahwa semangat hijrah, kebersamaan, dan syiar Islam dapat terus hidup melalui kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan mempererat hubungan antarwarga.(ask)***





