Uncategorized

Meski tanpa Dukungan Pemerintah, ‘Masagi’ tetap Berkiprah Kurangi Volume Sampah

7views

BANDUNG, BandungPos.id — Kecintaanya kepada lingkungan sudah tak perlu diragukan bagi pria setengah baya warga Cibogo, Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi Kota Bandung bernama Dian Nurdyana ini.

Sejak tahun 2016 lalu ia sudah berkecimpung dalam menjaga kebersihan Sungai Cikapundung tanpa pamrih, hingga akhirnya Pemerintah Kota Bandung pun seolah latah meluncurkan berbagai program untuk kebersihan lingkungan guna mengatasi persoalan dampah yang slah menjadi momok bagi siapapun pemimpinya.

Namun hal tersebut tak membuatnya bergeming, justru semakin mensoeong semangatnya untuk  mendukung setiap program pemerintah guna mengatasi persoalan aampah di Kota Bandung.

Hingga akhirnya tahun 2019 lalu ia didaulat menjadi Ketua Rukun Tetangga (RT). Profesi RT inilah yang ia manfaatkan untuk mengedukasi warganya memanfaatkan limbah sampah menjadi buah tangan yang bermanfaat.

Memang tak mudah, ia memerlukan waktu satu tahun untuk memberikan pemahaman kepada warganya tentang bagaimana mengurangi volume sampah dengan memanfaatkanya menjadi sesuatu yang berguna.

Limbah plastik keresek dan saset yang berhasil didaur ulang menjadi tempat tisue.

Seiring berjalanya waktu dengan menggunakan wadah yang dinamai Komunitas masagi (masyarakat bersinergi) ia mampu memberdayakan maayarakat Cibogo, memanfaatkan limbah sampah terutama unorganik.

“Hingga saat ini ada 16 ibu-ibu warga yang konsisten bergabung dengan kami untuk memanfaatkan limbah plastik saset dan keresek untuk kami jadikan kerajinan (buah tangan) seperti tas, temp0at tisue, sarung bantal kursi dan masih banyak lagi,” terangnya saat ditemui di acara pisah sambut Camat Sukajadi, Kamis (30/4/2026).

Tak hanya itu ia dan kelompok masaginya perdua hari sekali mampu mengumpulkan sampah unorganik sebanyak 6-8 kilo dan sampah organik 6-7 kilo yang kemudian residunya mereka olah setelah dipilah.

Kurang perhatian pemerintah

Hanya saja ia menyesalkan kurangnya perhatian dari pemerintah baik daerah maupun kewilayahan. Namun tak membuatnya patah arang untuk rerus berkiprah neskipun karya olahan sampahnya itu belum bernilai ekonomis. Seoerti kata pepatah hasil itu tidak akan menghianati usaha, akhirnya ia mendapatkan perhatian dari komunitas Saguling untuk mengajaknya bekerjasama hingga saat ini.

Tak hanya itu langkah formil pun mereka tempuh dengan mengedukasi anak-anak mulai TK, SD hingga SMP.

Ia meyakini persoalan aampah ini tidak bisa hanya dilakuka oleh pemerintah namun harus dilakukan oleh semua pihak termasuk elemen masyarakat. Apalagi sekarang dalam kondisi darurat sampah karena mwmaauki bulan Aguatua mendatang TPA Sarimukri akan ditutup.

Untuk itu ia berharap agar pemerintah aware terhadap ajtifitas maayarakat yang audah.membantunya mwngurai dan mwngurangi volume sampah.”””:

Leave a Response