Uncategorized

Farmasi Unisba Edukasi Warga Desa Cianting Manfaatkan Toga dan Pangan Fungsional untuk Mencegah Diabetes

25views

PURWAKARTA, bandungpos.id – Meningkatnya kasus Diabetes Melitus Tipe II di Indonesia mendorong Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Bandung (Unisba) untuk memperkuat edukasi kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Cianting, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan kelompok tani setempat tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan pangan fungsional sebagai langkah preventif terhadap penyakit degeneratif, khususnya diabetes.

Program ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat Desa Cianting dan dikoordinasikan oleh Ai Nonih selaku Sekretaris Kelompok Wanita Tani setempat.

Ketua Bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Unisba, Prof. Dr. Neneng Nurhasanah, Dra., M.Hum., dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat melalui kegiatan edukasi, penelitian, dan pemberdayaan berbasis ilmu pengetahuan.

Sementara itu, Dekan FMIPA Unisba, Dr. apt. Suwendar, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Farmasi FMIPA Unisba, apt. Ratih Aryani, M.Farm., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan pemanfaatan TOGA dan pangan fungsional prebiotik yang berpotensi mendukung pencegahan Diabetes Melitus Tipe II sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Apresiasi juga datang dari Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Cianting, Dani Wahyudin. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesehatan sekaligus memperkuat ekonomi warga desa.

Toga Sebagai Pendukung Kesehatan Metabolik

Materi utama disampaikan oleh apt. Bambang Tri Laksono, M.S.Farm., yang mengulas tentang Diabetes Melitus Tipe II sebagai salah satu penyakit metabolik kronis dengan angka kejadian yang terus meningkat.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pola konsumsi makanan tinggi gula dan lemak dapat memicu gangguan metabolisme, peradangan pada saluran pencernaan, serta resistensi insulin yang menjadi penyebab utama diabetes.

Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai berbagai tanaman obat keluarga yang memiliki potensi mendukung kesehatan metabolik, di antaranya jahe, pare, dan kayu manis.

Jahe diketahui mengandung gingerol yang berperan sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Sementara pare mengandung charantin dan polipeptida-P yang berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah. Adapun kayu manis mengandung senyawa sinamaldehid dan polifenol yang diyakini dapat meningkatkan sensitivitas insulin sekaligus membantu menjaga kestabilan glukosa darah.

Selain edukasi mengenai TOGA, tim pengabdian juga memberikan pelatihan pengolahan ubi ungu menjadi tepung tinggi pati resisten melalui metode retrogradasi.

Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep pati resisten (resistant starch), yaitu jenis pati yang tidak tercerna di usus halus sehingga dapat berfungsi sebagai prebiotik dan menjadi sumber nutrisi bagi bakteri baik di usus besar.

Ubi ungu dipilih karena kaya akan kandungan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Setelah melalui proses retrogradasi, ubi ungu berpotensi menghasilkan pati resisten dalam jumlah lebih tinggi sehingga dapat dikembangkan menjadi pangan fungsional yang membantu mengendalikan lonjakan gula darah dan mendukung kesehatan metabolik.

Pendampingan Sertifikasi Halal untuk Produk Masyarakat

Sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk lokal, kegiatan ini juga menghadirkan pendampingan sertifikasi halal yang difasilitasi oleh Pusat Halal LPPM Unisba.

Pelaku usaha mendapatkan bimbingan mulai dari identifikasi dokumen yang diperlukan hingga proses pengajuan sertifikasi halal. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh sertifikasi halal secara lebih mudah sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat daya saing produk di pasar.

Pendampingan ini turut melibatkan mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unisba, Puspita Ayu.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini melibatkan sinergi antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Program Studi Farmasi FMIPA Unisba. Tim dosen yang terlibat terdiri atas Dr. apt. Purwaeni, M.Si.; apt. Farendina Suarantika, M.S.Farm.; apt. Hanifa Rahma, M.Si.; dan apt. Taufik Muhammad Fakih, M.S.Farm.

Selain itu, kegiatan juga didukung oleh tenaga kependidikan Rizki Nuzulfikri, S.Pd.; Faqih Radina, S.T.; Dieni Mardliyani, S.Farm.; dan Nisa Fitriani, A.Md.Ak., serta mahasiswa Tifanil Oktafira dan Muhammad Ilham Al Ghifari.

Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis potensi lokal masih sangat dibutuhkan. Melalui kolaborasi antara Program Studi Farmasi FMIPA Unisba, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung kesejahteraan masyarakat Desa Cianting dan sekitarnya. (ask)***

Leave a Response