Milad ke-43 Fikom Unisba Perkokoh Semangat “Rumah Bersama” dan Transformasi Komunikasi Berbasis Nilai Islam

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (Unisba) memperingati Milad ke-43 dengan mengangkat tema “Fikom Rumah Bersama” di Aula Utama Unisba, Selasa (9/6/2026). Perayaan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan panjang fakultas sekaligus peneguhan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan komunikasi yang unggul, kompetitif di tingkat global, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ketua Panitia Milad ke-43 Fikom Unisba, Dr. Tia Muthiah Umar, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa usia 43 tahun merupakan perjalanan yang penuh makna dan kontribusi dalam mencetak generasi komunikasi yang berkualitas.
Menurutnya, selama lebih dari empat dekade Fikom Unisba telah berkembang menjadi institusi yang konsisten melahirkan lulusan komunikasi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga integritas, kepedulian sosial, dan semangat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Empat puluh tiga tahun merupakan perjalanan yang panjang. Fikom Unisba terus tumbuh dan berkontribusi dalam melahirkan insan komunikasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki kepedulian sosial dan integritas yang kuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa semangat “Fikom Rumah Bersama” diwujudkan melalui berbagai program akademik, pengembangan kapasitas diri, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan jejaring kelembagaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Sebelum puncak perayaan milad, sejumlah kegiatan telah digelar untuk mempererat kebersamaan sivitas akademika, di antaranya Fikom Family Gathering, Tasyakur Milad, Kuliah Umum Komunikasi Internasional dan Diplomasi Publik, serta Fikom Fun Run.
Pada acara puncak, Fikom Unisba menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan pelajar. Salah satunya PPKM Day yang menjadi ruang apresiasi bagi inovasi mahasiswa dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, tersedia layanan Tes Kesehatan Mental dan Konsultasi Karier bagi siswa SMA/SMK, serta kegiatan Communicate Your Glow: Beauty, Confidence, and Self-Care Journey yang diselenggarakan bekerja sama dengan Wardah Beauty.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya Fikom Unisba dalam mendukung pengembangan generasi muda secara menyeluruh, baik dari aspek akademik, psikologis, maupun penguatan karakter.
Fokus pada Digitalisasi dan Daya Saing Global
Laporan perkembangan fakultas disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Fikom Unisba, Santi Indra Astuti, S.Sos., M.Si., Ph.D., yang mewakili Dekan Fikom Unisba.
Dalam paparannya, Santi menjelaskan berbagai pencapaian dan langkah strategis yang telah dilakukan sepanjang tahun akademik 2025–2026.
Menurutnya, Fikom Unisba saat ini sedang memasuki fase penting dalam memperkuat daya saing global melalui pengembangan kelembagaan yang bertumpu pada teknologi digital dan nilai-nilai Islam.
Ia menegaskan bahwa kedua aspek tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun pendidikan komunikasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter dan nilai-nilai keislaman.
Sejumlah program strategis yang tengah dikembangkan antara lain internasionalisasi fakultas, penguatan Strategic Communication Center (SCC), implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga perluasan rekognisi dan visibilitas Fikom di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Santi menegaskan bahwa Fikom akan terus menjadi rumah bersama yang mampu merangkul seluruh elemen sivitas akademika.
“Fikom Unisba akan selalu menjadi ruang bertumbuh yang memberikan manfaat bagi seluruh warga kampus maupun masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., turut menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang Fikom yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat.
Menurutnya, usia ke-43 merupakan bukti dedikasi, inovasi, dan pengabdian yang telah dilakukan Fikom dalam mencetak lulusan komunikasi yang unggul dan berintegritas.
Ia menilai momentum milad harus dimanfaatkan untuk memperkuat budaya unggul, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring kolaborasi, dan menghasilkan karya yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Keberhasilan sebuah institusi tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari manfaat yang dihasilkan, perubahan yang diciptakan, serta keberlanjutan dampaknya bagi masyarakat,” tegasnya.
Orasi Ilmiah: Menjaga Kemanusiaan di Tengah Arus Digital
Puncak Milad ke-43 Fikom Unisba ditandai dengan penyampaian Orasi Ilmiah oleh Dekan Fikom Unisba, Dr. Rini Rinawati, Dra., M.Si., yang mengangkat tema “Komunikasi, Pemberdayaan, dan Digitalisasi: Menemukan Kembali Hakikat Manusia di Era Digital Melalui Komunikasi Keluarga.”
Dalam orasinya, Rini mengajak peserta untuk kembali merenungkan hakikat manusia di tengah perkembangan teknologi digital yang berlangsung begitu cepat.
Ia menjelaskan bahwa manusia bukan sekadar makhluk biologis, tetapi makhluk yang memiliki kemampuan untuk memaknai kehidupan dan realitas sosial di sekitarnya.
Menurutnya, digitalisasi menghadirkan berbagai peluang seperti kemudahan akses informasi, perluasan ruang partisipasi publik, dan pemerataan kesempatan. Namun, perkembangan tersebut juga membawa tantangan berupa disinformasi, polarisasi sosial, serta krisis makna yang dapat menggerus nilai-nilai kemanusiaan.
Rini menekankan bahwa keluarga tetap menjadi benteng utama dalam menjaga kualitas manusia di era digital.
“Keluarga adalah perlindungan utama. Di tengah derasnya arus digital, ibu menjadi jangkar moral yang membentuk karakter generasi melalui perhatian, kasih sayang, dan keteladanan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keluarga tidak dibangun oleh kekuatan teknologi maupun koneksi internet, melainkan oleh prinsip mawaddah wa rahmah yang menghadirkan cinta, kasih sayang, dan kehadiran nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Rini menyoroti pentingnya membangun tiga kapasitas utama di era digital, yakni literasi kritis, komunikasi etis, dan transformasi sosial, agar teknologi dapat dimanfaatkan untuk memuliakan manusia dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.
Menutup orasinya, Rini mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus mengembangkan komunikasi yang memanusiakan, pemberdayaan yang membebaskan, serta peradaban digital yang berakar pada nilai-nilai Islam.
Sebagai bagian akhir dari rangkaian Milad ke-43, Fikom Unisba memberikan penghargaan kepada mahasiswa dengan capaian IPK tertinggi serta sejumlah sekolah mitra yang selama ini berkontribusi dalam penguatan jejaring pendidikan dan kerja sama kelembagaan.
Perayaan Milad ke-43 ini menegaskan bahwa Fikom Unisba tidak hanya berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai “rumah bersama” yang terus menghadirkan ruang kolaborasi, inovasi, pemberdayaan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat di tengah tantangan dan peluang era digital.(ask)***





