Kolom Sosial Politik

Cut The Spending Selectively!

19views

 

Oleh: Ridhazia

ITU  kata ekonom Chatib Basri yang belakangan namanya santer disebut sebagai bakal Menteri Keuangan.

Alumni ini Australian National University (ANU) dengan nada ringan juga menyatakan bahwa untuk menghadapi tekanan fiskal, Indonesia hanya memiliki tiga pilihan yaitu meningkatkan pajak, memangkas belanja, dan menambah utang.

“Kalau Anda tidak bisa naikkan, maka Anda harus potong. Kalau Anda tidak bisa potong, Anda harus pinjam (utang). As simple as that,” ujarnya mantan Menteri Keuangan (2013-2014) era Presiden SBY itu.

Cut!

Tapi dari tiga opsi itu menyelesaikan perekonomian Indonesia sekarang dan yang paling berpeluang dilakukan saat ini di Indonesia : ” Cut the spending selectively !”

Yakni memangkas semua belanja yang tidak penting. Selektif mengeluarkan uang tapi tetap memprioritaskan pengeluaran untuk program kerakyatan yang mendesak.

Program kerakyatan dimaksud pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial. Tiga program itu harus tetap dipertahankan atau bahkan dilindungi agar tidak mengganggu perekonomian

Menambah Utang?

Alternatif menambah pinjaman dari negara lain atau lembaga keuangan dunia bukan solusi. Dalam keadaan perekonomian yang tidak terlalu baik tidak mudah negara atau lembaga keuangan mana pun untuk memberi pinjaman.

Apalagi biaya pinjaman sedang tinggi seiring tingginya suku bunga global, juga reiiko kepercayaan (confidence risk) dunia lagi menurun karena ruang fiskal di negeri ini terbatas.

Pajak Naik?

Menaikkan pajak dalam perekonomian yang sedang tidak sehat sebagai kebijakan yang tidak realistis. Berisiko secara ekonomi dan politik. Hanya tambah penderitaan rakyat.

Entahlah, apa kata sang ekonomi terkait kenaikan tebetas BBM nonsubsidi? *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response