Kolom Sosial Politik

“Sabotase” Mati Lampu OSN

4views

 

Ku: Ridhazia

PELAKSANAAN Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah sedang berlangsung.

Serangkaian tahapan seleksi penyisihan OSN tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) telah dilaksanakan, termasuk untuk jenjang SD bidang IPA yang berlangsung serentak pada 08 Juni 2026.

Kompetisi tahun ini diikuti oleh lebih dari 941.000 siswa. Satu diantaranya ratusan ribu peserta seleksi OSN jenjang SD itu cucu saya. Ia murid SD kelas 5.

Ia terpilih dari ratusan siswa sekolahnya dan menjadi representasi sekolah untuk berebut kesempatan mengikuti OSN dengan sejumlah kawan-kawannya. Dan, ia sangat siap.

Bahkan bangga, ia bisa lolos seleksi dan terpilih sekolah menjadi kandidat pemenang di kabupaten untuk bisa menaiki jenjang OSN tingkat propinsi Jawa Barat.

Belajar serius dan sepenuh hati sebelumnya. Terutama mendalami materi sebagai kisi-kisi yang ditetapkan. Separuh waktunya mainnya dan sekolah habis di depan komputer.

Mati Lampu!

Pas, seleksi OSN dimulai pada Senin 8 Juni 2006, justru terjadi aksiden  mati lampu  langsung dari garduh PLN.

Saat itu tanpa pemberitahuan tanpa konfirmasi, apalagi pemaafan dari PLN padahal OSN momen tahunan pemerintah yang sejatinya diketahui oleh BUMN ini.

Dan, pihak sekolah pun rupanya tak menduga bakal ada aksiden terjadi sehingga tak menyiapkan alternatif lain. Juga tidak ada pengumuman kemungkinan pengulangan seleksi OSN.

Sabotase

Apalagi sang cucu saya dan kawan-kawannya tak bisa berbuat apapun. Ia bingung depan komputer yang mati total. Padahal saat itu ada tim seleksi yang juga menahan kekecewaan.

Karena sudah tidak bisa berharap lagi, sang cucu dengan tegar tapi ringan untuk seusianya, lalu berkomentar pendek : “Ada sabotase, Angki!”*

 * Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response