
Oleh: Ridhazia
PRESIDEN RI, Prabowo Subianto menyentil pihak-pihak yang pesimis dengan masa depan Indonesia.
Dia juga sempat menyinggung ada yang mau ‘kabur’ ke luar negeri. Antara lain ke Yaman.
Kata Prabowo : “Ada yang mau kabur. Kabur aja. Kau kabur aja kesana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan!”
Publik Bertanya
Apa maksud pernyataan presiden yang begitu emosional tentang Yaman. Padahal hubungan Indonesia-Yaman hangat sekali sejak 1962. Keterikatan kedua negara berakar kesamaan agama mayoritas muslim.
Yaman di Indonesia identik dengan Hadramaut — secara harfiah diperkirakan berasal dari terisolasi ‘hadar almaut’ yang berarti “tanah kematian” — wilayah geografis kuno di Yaman Selatan yang sekarang menjadi provinsi terbesar dan secara histori menjadi pemukiman khusus penduduk keturunan Nabi Muhammad SAW.
Hadramin
Populasi WNI keturunan Yaman yang disebut Hadramin sekitaran 9 juta. Menurut data Rabithah Alawiyah yaitu organisasi pencatat nasab hanya sebagian saja yang dapat menyandang gelar habib di Indonesia dari 20 jutaan habib sedunia.
Sejumlah tokoh berasal-usul Yaman dan sangat dikenal di Indoensia antara lain AR Baswedan, jurnalis dan diplomat pra kemerdekaan Indonesia.
Berikutnya, Anies Baswedan (politisi), Novel Baswedan (polisi/KPK), Riziq Shihab (tokoh agama), Ali Alatas dam Alwi Shihab (menteri), Munir ( aktivis HAM), dan Tsamara Amany. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis jeung kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandyng, Jawa Barat.





