Kolom Sosial Politik

Liga Paling Kocak Sedunia

4views

 

Oleh: Ridhazia

APA PUN yang dikatakan Direktur LIB Ferry Paulus (FP) terkait pertandingan Persib Bandung vs Dewa United sudah tidak dianggap lagi oleh Bobotoh.

Bagi pendukung Persib, narasi FP tidak hanya tendensius, namun juga minim transparansi dalam menyikapi persoalan yang sangat krusial.

Bahkan ribuan respons dengan nada kecewa juga marah kepada FP. Tapi sekaligus tak mau mendengar lagi dalih lain. Penjelasan FP itu “masuk telinga kiri, ke luar telinga kanan”.

Dengan kata lain, tak ada artinya lagi. Tak mengubah nasib Persib yang terseok-seok di ujung laga.

“Sakitnya, disini!” Tulisnya. Dan, menganggap LIB paling kocak. Juga kekeliruan itu sebagai “tanda-tanda akhir zaman, banyak kejadian aneh”.

Dan, lebih aneh lagi, pendukung Persib dipaksa percaya kalau LIB baik-baik saja.*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response