Kolom Sosial Politik

Kambing dan domba : STROKE!

514views

 

Oleh Ridhazia

Hari Raya Idul Adha identik dengan makan daging yang lezat. Tapi tersiar informasi, makanan olahan dari binatang peliharaan itu menyebabkan stroke atau penyakit lain.

Jawabannya, kedua makanan berbahan olahan daging kambing dan domba sangat baik dikonsumsi. Tapi jangan berlebihan sehingga tidak berpotensi darah tinggi, obesitas atau kegemukan dan kolesterol berlebih.

Hasil Riset

Peneliti dari Nutrician and Health Wageningen University Belanda, mengatakan lebih banyak beredar mitos ketimbang fakta.

Daging kambing tak punya efek untuk menyebabkan darah tinggi. Daging kambing tak ada bedanya daging domba dan daging lainnya.

Semuanya tak punya efek untuk menyebabkan darah tinggi dan kolesterol. Tapi disebabkan proses memasaknya.

Pasalnya, ketika memasak daging kambing, ada penambahan banyak garam dan juga santan kental. Misalnya pada olahan tongseng atau gulai.

Tingginya kadar natrium dalam garam menyebabkan retensi air dalam tubuh yang membuah volume pembuluh darah penuh terisi cairan. Akibatnya tekanan darah meningkat.

Libido Pria?

Telah lama dipercaya kalau torpedo, empedu kambing atau domba dapat meningkatkan vitalitas, keperkasaan, hingga libido pria, ternyata omong kosong.

Secara klinis, semua daging tidak langsung membuat pria terangsang secara seksual. Tapi akibat efek panas yang ditimbulkan daging.

Di dalam daging mengandung kalori, lemak, dan protein yang cukup besar yang dapat dijadikan sebagai sumber energi yang baik. Diantaranya meningkatkan kualitas sistem kekebalan tubuh..

Teladan

Rasulullah Muhammad memilih kambing. Secara tekstual, bukan mengatakan domba.

Sebagaimana pernyataannya:

“Peliharalah (manfaatkan) oleh kalian kambing kerana di dalamnya terdapat barakah.” [HR Ahmad]. *
 * Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Kota Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

 

Leave a Response