Kolom Sosial Politik

Isih Penak Jamanku To?

832views

Oleh Ridhazia

Piye kabare, isih penak jamanku to?  Telah muncul pada tahun 2013 di stiker, grafiti, kaos, dan internet.

Bahkan slogan ini juga dapat ditemukan di baliho kampanye politik. Kalimat serupa disertai foto Presiden Soeharto yang tersenyum ditempel di angkutan umum, truk, dan becak.

Tidak Lebih Baik

Meski sederhana tapi slogan itu ditafsirkan banyak makna. Salah satu makna tersirat, perubahan era reformasi tidak lebih baik dari era Orde Baru.

Meski dalam makna lain slogan ini menjadi gagasan “new orde baru” yang masih menyimpan potensi traumatis karena kekuasaan politik yang mencengkeram

Bukan Golkar Tapi Tommy

Partai Golkar yang menjadi pendukung kekuasaan Presiden Soeharto selama 32 tahun menyangkal pernyataan bahwa slogan itu disebarkan oleh Golkar.

Perasaan nostalgia tersebut dipromosikan oleh Tommy Soeharto, putra dari Soeharto, saat mendirikan Partai Berkarya. Partai ini yang sudah bubar karena tidak lolos verifikasi administrasi KPU RI menjelang Pemilu 2024.

Hasil Survey

Dalam sebuah survei Indo Barometer yang diambil oleh majalah Tempo pada tahun 2018, 32,9% responden menyatakan bahwa Suharto adalah presiden paling berhasil.

Namun, penentang Soeharto menganggapnya sebagai sumber dari keterpurukan negeri dan pelanggaran HAM.

Survey ini merupakan representasi suara rakyat yang tengah mengalami masalah di era reformasi seperti barang-barang yang melambung tinggi, kekerasan yang semakin jamak, serta masalah korupsi yang meningkat.*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response