Belum Beroperasi 15 Tahun, Pelabuhan Laut Pelita di Desa Bobo Disinyalir Rugikan Ekonomi masyarakat Pulau Mandioli
Belum Beroperasi 15 Tahun, Pelabuhan Laut Pelita di Desa Bobo Rugikan Ekonomi masyarakat Pulau Mandioli

Belum Beroperasi 15 Tahun, Pelabuhan Laut Pelita di Desa Bobo Disinyalir Rugikan Ekonomi masyarakat Pulau Mandioli
HALMAHERA SELATAN, BANDUNGPOS – Pelabuhan Laut Pelita yang terletak di Desa Bobo, wilayah Mandioli Utara, hingga kini belum juga difungsikan meskipun telah dibangun sejak tahun 2010. Selama hampir 15 tahun terbengkalai, keberadaan pelabuhan tersebut dinilai telah merugikan ekonomi masyarakat Mandioli, khususnya dalam akses transportasi laut menuju Kota Ternate.
Pelabuhan Laut Pelita memiliki posisi strategis karena dapat menghubungkan dua kecamatan di wilayah Mandioli, yakni Kecamatan Mandioli Utara dan Kecamatan Mandioli Selatan, dengan cakupan sedikitnya 12 desa. Namun akibat belum beroperasi, masyarakat terpaksa menempuh jalur laut lebih jauh dengan harus terlebih dahulu menuju ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan.
Kondisi tersebut menyebabkan biaya transportasi laut menjadi tinggi dan memberatkan masyarakat, terutama nelayan dan petani yang hendak mendistribusikan hasil produksi ke Ternate sebagai pusat perdagangan regional.
Asri S Gosora, Pengurus Wilayah EW-LMND Maluku Utara, menegaskan bahwa tidak difungsikannya Pelabuhan Laut Pelita merupakan persoalan serius yang berdampak langsung pada ekonomi rakyat.
“Selama Pelabuhan Laut Pelita belum difungsikan, masyarakat Mandioli harus ke ibu kota kabupaten terlebih dahulu untuk menuju Ternate. Inilah yang membuat biaya transportasi laut menjadi mahal dan merugikan masyarakat,” tegas Asri.
Ia mendesak Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan agar segera mengambil langkah konkret untuk mengaktifkan pelabuhan tersebut. Menurutnya, infrastruktur yang dibangun dengan anggaran negara tidak boleh dibiarkan mangkrak tanpa manfaat nyata bagi rakyat.
Pengaktifan Pelabuhan Laut Pelita diyakini akan membuka jalur langsung Mandioli–Ternate, menekan biaya logistik, mempercepat arus distribusi barang dan orang, serta menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di wilayah Mandioli.**( pm/bnn)





