Kolom Mahasiswa

AI dan Profesi Manusia

561views

AI dan Profesi Manusia
Oleh Alivia Fairisya Roshiani

Artificial Intelligence (AI) merupakan suatu fenomena yang kini tengah ramai menjadi perbincangan karena kemampuannya yang dianggap sangat cemerlang untuk saat ini. Bahkan, ilmuwan dari Brazil menyebutkan bahwa AI mampu menggantikan beberapa profesi manusia dan ini tentunya membuat kita takut.

Secara teknis, kemampuan AI dalam mengolah data yang ada di internet lalu memudahkan manusia memang bisa menggantikan profesi yang memang bisa diotomatisasi dengan perintah yang sama dan berulang. Namun sebaiknya, hal ini tidak kita jadikan sebagai ancaman.

Mengapa hal ini justru tidak boleh dijadikan sebagai ancaman? Pasalnya, keberadaan AI justru akan meningkatkan kemampuan kita agar lebih adaptif terhadap teknologi baru sehingga bisa mengendalikan keberadaan AI itu sendiri.

Peningkatan skill yang baik serta pemahaman mendalam tentang teknologi semakin diperlukan dan itu berdampak pada kemampuan belajar dari diri masing-masing agar nantinya bisa tetap bersaing serta mengendalikan teknologi yang ada.

Seharusnya, keberadaan AI bisa menjadi penyempurna bagi pekerjaan kita masing-masing agar kita tidak mengalami ketertinggalan atau ketakutan saat berhadapan dengan kecanggihan AI.

Apalagi, AI merupakan kecerdasan buatan yang hanya bisa melakukan otomatisasi pada hal yang sudah mutlak atau perintah berulang. Sedangkan, beberapa profesi justru mengandalkan kreativitas dan konsep asli dari manusia sehingga hal tersebut tidak mungkin diotomatisasi dengan keberadaan AI. Bahkan, dalam agama, manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena memiliki akal dan nurani, sehingga AI tidak akan semata-mata menggeser pekerjaan manusia.

  • Alivia Fairisya Roshiani, Mahasiswa Prodi Jurnalistik Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Bermukim di Kota Bandung, Jawa Barat 

Leave a Response