Ngopi Sewarung Edisi Jangan Menikah dengan Orang Baduy
Ngopi Sewarung Edisi Jangan Menikah dengan Orang Baduy
Ngopi Sewarung Edisi Baduy
Jangan Menikah dengan Orang Baduy

ARJI– bercerita kepada Jaro Daenah soal Mirsa yang sedang menjalin asmara dengan pemuda dari kota. “Kita harus mencegah orang kota itu jangan terus berhubungan dengan Mirsa,” ujar Arji.
Jaro Daenah mengangguk-anggukan kepala pertanda mengerti apa yang diucapkan Arji. Sangat tabu bila terjadi ada hubungan asmara antara orang Baduy dengan orang dari luar Baduy.
“Jaro harus memberi tahu orang tua Mirsa. Ini soal harga diri saya dan harga diri orang Baduy!” ujar Arji bersemangat, meminta tolong agar Jaro bersedia menjumpai Sanin, ayah Mirsa. Arji adalah pemuda asal Kampung Kaduketug yang sudah dijodohkan oleh orang tuanya dengan Mirsa.
Ditemani oleh Arji, Samani dan Samin, akhirnya Jaro bersedia mendatangi rumah Sanin.
“Ada apa kang tumben,” kata Sanin agak gugup ketika menerima kehadiran Jaro tiba-tiba. Sanin mempersilahkan Jaro masuk.
Sambil duduk bersila di ruangan tengah, Jaro menjelaskan duduk persoalan, soal kabar burung yang beredar di seantero Baduy kalau Mirsa berpacaran dengan Suten.
“Lamun bisa mah dibere nyaho si Mirsa ulah berhubungan deui Jeung orang kota (si Mirsa harus dikasih tahu jangan berhubungan lagi dengan orang kota),’ kata Jaro.
“Kita harus menjaga adat leluhur, jangan sampai rusak oleh orang luar.” Jaro kembali mengingatkan.
Sanin terdiam, kaget mendengar ucapan Jaro yang ia segani. Ia baru menyadari kalau selama ini ia kurang mengikuti perkembangan anak gadisnya.
“Kan si Mirsa sudah dijodohkan dengan Arji,” ujar Jaro Daenah lagi sambil melirik ke arah Arji.
“Orang luar tidak bisa menikah dengan orang Baduy kecuali mau menjadi warga Baduy dan masuk keyakinan Sunda Wiwitan. Tapi itu kan gak mungkin, sulit!” tegas Jaro.
Malam terasa makin dingin ketika Jaro dan ketiga anak muda itu pergi meninggalkan rumah Sanin. Lolongan suara anjing terdengar sayup-sayup dari balik bukit hutan memecah keheningan. Suten hanya bisa termenung, duduk sendiri sambilan menghisap kretek dalam-dalam.
Get the feeling
Mr Ten


