
Ngopi Sewarung
Pion Satanic Global
Oleh Uten Sutendy
AKASI demontrasi warga Amerika Serikat dan Eropa yang menentang perang di Teluk semakin meluas. Jutaan manusia turun ke jalan di kota -kota besar dunia. Lebih dari delapan juta orang turun di jalan -jalan di Kota New York, San Diego, Philadelphia, Washington DC, Florida. Begitu juga di kota -kota besar Eropa, Paris, Madrid, London, Berlin yang berubah menjadi lautan manusia dalam sepekan terakhir. Di Kota Tel Aviv sendiri warga turun ke jalan menuntut agar Donald Trump dan Benyamin Netanyahu segera menghentikan perang melawan Iran. Perang membuat rakyat menderita. Harga BBM naik, harga bahan pokok melonjak, dunia terancam nuklir dan perang dunia ketiga, rakyat dalam ketakutan.
“Itu bukan perang untuk rakyat AS,” ujar salah seorang demonstran di New York. “Sudahlah hentikan perang ini Mr. Netanyahu,” ujar Ron Huldai Walikota Tel Aviv.
Namun apa yang dilakukan Donald Trump dan Netanyahu? Keduanya malah bersikukuh ingin perang terus berlanjut. Di tengah ajakan dialog para pemimpin dunia, Netanyahu menjawab dengan menyerang musuh-musuhnya di Libanon dan Teheran. Donald Trump, malah mengerahkan ribuan pasukan tempur yang akan diterjunkan di Selat Hormuz dan daratan Iran menjawab tantangan perang darat dari pemimpin Iran.
Donald Trump dan Netanyahu tentu saja tak akan mau menggubris permintaan para pemimpin dunia dan teriakan serta tangisan rakyatnya sendiri agar perang segera berhenti. Mereka bekerja bukan untuk rakyat dan warganya, melainkan untuk “tuan besar”. Keduanya adalah “pion perang” yang sedang dimainkan oleh kelompok elite global sekaligus mewakili kekuatan Satanic yang menghendaki ada kekuasaan dan dominasi tunggal di dunia. Satanic global sedang merancang tatanan dunia baru One World Dimulai memperluas wilayah kekuasaan Israel Raya, menaklukan negara-negara Islam di kawasan Timur Tengah yang kaya minyak. Menyerang Iran adalah tindakan yang wajib dilakukan untuk memudahkan jalan penaklukan secara utuh kepada semua negara Islam di kawasan Timur Tengah. Arab Saudi, Qatar, Oman, Afganistan Yordania, Uni Emirat, Irak, Libya, Suriah, Turki, sebelumnya sudah takluk. Bagi mereka kekuatan Islam itu sangat berbahaya dan menjadi penghalang misi one world, karena itu harus ditaklukan. Semua negara Islam di dunia sudah tunduk, kecuali Iran.
Sementara di wilayah Asia Tenggara, negara mayoritas penduduk muslim, Brunai dan Malaysia, meskipun keduanya belakangan menentang agresi AS ke Iran, tapi Malaysia dan Brunai sudah lama tunduk pada Inggris (sekutu AS) lewat dominasi ekonomi Inggris di hampir semua proyek besar dan energi di wilayah Malaysia dan Brunei. Indonesia termasuk yang sulit ditaklukan. Di masa pemerintahan sebelumnya, Indonesia secara politik non-blok dan secara ekonomi lebih dekat dengan raksasa Cina dan Rusia. Tapi kini di bawah Presiden Prabowo secara tidak langsung Indonesia “sudah takluk” ketika Prabowo bersedia bergabung di Board of Peace (BoP) dan menandatangi perjanjian dagang yang lebih menguntungkan AS.
Trump dan Netanyahu, sekali lagi, tidak akan peduli dengan tangisan dan teriakan rakyatnya agar perang segera berhenti. Mereka bekerja untuk Tuan Besarnya, bukan untuk rakyatnya.
Get the feelingUten Sutendy
Editor : Rianto Muradi



