SundaNews (2/10/2025). Selasa, 30 September 2025, Gedung Kesenian Rumentang Siang kembali bergeliat lewat pementasan Longser Kabayan Ngalalana. Pertunjukan ini...
Ini kisah terlahir dari masa lalu Kisah raja di tanah leluhur Di tanah negeri subur makmur Kisah tentang seorang Prabu Yang bertahta di Dayeuhluhur Dialah putra Pucuk Umun O, Prabu Geusan Ulun Ini kisah sejarah berbau legenda Tentang mitos berhias sasakala Tentang Sang Prabu Sumedanglarang Merajut cinta dengan Ratu Harisbaya Cinta manis berbuah dendam dan perang Hingga lakon terukir berhiaskan darah O, berhiaskan darah Teater Ahasveros 11 - Sastra Inggris 2023 Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Universitas Pasundan (FISS Unpas) Bandung akan mempergelarkan drama musikal "Prahara Sumedanglarang", Sabtu, 24...
BandungPost.id (15/5/2025). Hikmat Gumelar yang mendedikasikan hidupnya untuk dunia sastra, teater, puisi, film dan menulis menyampaikan bahwa sastra salahsatu hal yang menentukan suatu bangsa. “Sastra adalah ruh bangsa. Tapi sampai hari ini, kita tidak memiliki Dirjen Sastra dalam struktur kementerian. Ini sebuah kehilangan arah kebijakan,” tegas Hikmat. Ia menambahkan, sastra tidak bisa berdiri sendiri dan harus terus berkolaborasi dengan disiplin ilmu lain. Hal tersebut disampaikannya dalam kuliah umum berjudul Kebangkitan Sastra Asia -Afrika di acara pelantikan pengurus Ikatan Alumni Sastra Budaya (IKA Sadaya) Universitas Padjadjaran di El Hotel Bandung,12...
Ngopi Sewarung Edisi Baduy Blok Rangkas RENALDI--semakin gencar melakukan lobi-lobi dengan para pejabat daerah terkait rencana pelaksanaan proyek eksplorasi penambangan minyak di wilayah Baduy dan Ujung Kulon sambil menikmati makan siang bersama di sebuah hotel berbintang di Kota Serang. "Ini Pak Renal data tentang Blok Rangkas yang kami miliki. Di wilayah ini sebenarnya bukan hanya ada minyak.Banyak sekali mengandung jenis tambang lain," kata salah seorang pejabat saat menyodorkan dan membuka peta besar wilayah Desa Ci Jahe, Kecamatan Bojong Manik, yang berdekatan dengan lokasi tanah ulayat Baduy Dalam. "Hmmmm...oke kalau begitu,"...
Ngopi Sewarung Episode Baduy Keramat "Halo, halo, iya mah," jawab Suten. Sang ibu sangat perhatian kepada Suten. Saking perhatiannya hingga terkesan sangat protektif. Kadang muncul pertanyaan dalam benak Suten, apakah ibu yang melahirkannya itu benar- benar sayang kepadanya, atau perhatian yang berlebihan yang diberikan selama ini semata-mata hanya agar ia tunduk patuh saja kepada ibu. "KAMU-- kapan pulang?. Cepetan pulang. Papa mu pengen ketemu," kata Yanti di ujung telpon. Suaranya terdengar kencang. Yanti adalah ibu kandung Suten. Suten terdiam beberapa saat setelah ibunya menelpon dan memintanya agar ia segera pulang...
Ngopi Sewarung Belajar dari Alam Orang Baduy gak boleh sekolah, haram hukumnya. Tapi wajib belajar," jawab Mirsa sambil terus melangkahkan kaki di tepi sungai melewati tumpukan batu-batu besar. "Haram bersekolah! Maksudnya bagaimana tuh?!" tanya Suten penasaran. Sekolah sebagaimana dalam pengertian umum adalah belajar membaca dan menulis di ruang kelas seperti yang dilakukan oleh masyarakat luar. Bagi orang Baduy sekolah model begitu dianggapnya sesuatu yang kurang perlu, bahkan sebagian besar para tokoh adat melarangnya. Belajar model sekolah, menurut Mirsa, bisa membuat orang Baduy lupa akan tugas hidupnya sebagai manusia pelestari, pelindung...
Ngopi Sewarung Tabungan Ketenangan "Lho mau kemana?" Tanya Suten tiba-tiba ketika melihat Mirsa beranjak dari tempat duduk dan mengambil bakul yang berisi beras yang baru ditumbuk. "Mau ke sungai, nyuci beras," jawab Mirsa. "Ya udah, aku ikut, sekalian mau melihat-lihat keindahan obyek sungai," kata Suten. Inilah, pikir Suten, momen yang tepat untuk menggali pengetahuan dari Mirsa soal Baduy, siapa tahu Mirsa bisa memberi informasi, sekalian untuk mengenal Mirsa lebih dekat lagi. Siapa sesungguhnya Mirsa, bagaimana perasaan dan pikiran Mirsa terhadap dirinya. Suten mengikuti langkah kaki Mirsa menuju ke tepian...
Ngopi Sewarung Edisi Baduy : Cinta Itu Tidak Cukup ORANG-- Baduy sulit bisa menikah dengan orang luar, kalaupun itu terjadi, harus keluar dari lingkungan masyarakat Baduy," kata Musung. Kalimat itu meluncur seolah-olah Musung sudah mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Suten. "Gadis Baduy biasanya langsung saja menikah kalau sama-sama suka dan pernikahan itu hanya satu kali dalam seumur hidup. Jarang terjadi perceraian kecuali salah satu dari pasangan meninggal," tambah Musung. Pernyataan Musung itu terdengar dan terasa seperti peluru panas yang meluncur langsung ke jantung dan ulu hati Suten yang...