Musik & BudayaMusik dan Budaya

Ngopi Sewarung: ” Satu Dunia”

Ngopi Sewarung Satu Dunia

82views

Ngopi Sewarung

Satu Dunia

Oleh Uten Sutendy

Amerika Serikat (AS) dan Mossad menggunakan strategi proxy war, membangun jaringan proxy sebanyak mungkin, menyebarkan opini dan hoaks untuk menguasai sebuah negara. Para proxy menjadi agent post truth politic, politik tanpa kebenaran, membuat kekacauan dan kebingungan di ruang publik. Melancarkan perang lewat opini, agitasi, manipulasi data, konspirasi, bermain sebagai korban, dan lain-lain. Prinsipnya tak boleh ada kebenaran tunggal harus tercipta banyak versi kebenaran sebagaimana yang berhasil dipraktekkan di kawasanTimur-Tengah. Mereka menghancurkan Libya, Irak, Suriah, Afganistan dan lain-lain.

Saat ini Indonesia sedang menjadi medan perang proxy. Biaya yang dikeluarkan untuk itu (bos media, influencer, film, buzzer) sangat besar. Tujuannya, mencakup Indonesia dari berbagai perspektif. Ujungnya mereka mengeruk sumber daya alam kita yang melimpah. Di Timur -Tengah mereka menyebutnya dengan Proposal to Oil, perang untuk tujuan merebut dan menguasai ladang minyak. Perang di Indonesia sudah dimulai. Para pemimpin yang dianggap mempunyai potensi menghalangi akan menindas dan menghancurkan reputasinya dengan berbagai cara dan model konspirasi. Rakyat di adu domba.Tak ada kebenaran dan kemuliaan yang diindahkan. Sekarang AS sedang memetik keuntungan dari proxy war ini. Perjanjian dagang yang tak seimbang dan dewan perdamaian itu jadi pintu masuk.

Maka, pilihan merapat ke AS jadi langkah politik beresiko sangat tinggi bagi keseimbangan RI, mengingat sifat dan karakter AS yang megalomania, terbiasa menggkooptasi sebuah negara. Di belakang AS adalah kekuatan elite global dengan modal tanpa batas. Sejak awal AS dirancang menjadi operator kekuatan elite global yang memiliki misi membangun One World, membentuk satu dunia di bawah kendali mereka. Indonesia diproyeksi menjadi media dan pusat konflik di kawasan Asia Tenggara saat perang dunia ketiga pecah.

AS berkepentingan dengan Indonesia. Semua bahan baku perang, sumber daya alam, yang dibutuhkan AS untuk menghadapi Rusia dan Cina, tersedia di tanah air. Itu artinya dalam perspektif AS, Indonesia memungkinkan bisa “di Timur Tengah kan” Sebagian sudah mulai ketika kekuasaan AS di Freeport tak bisa digoyah lagi serta eksporasi sumber tambang lainnya segera dikelola AS sesuai perjanjian dagang RI-AS terbaru.

Pahami perasaannya,
Uten Sutendy

Leave a Response