Kolom Sosial Politik

Pemain NATURALISASI

391views

 

Oleh Ridhazia

Dulu, pemain sepakbola nasional mudah dinalar namanya. Sejak naturalisasi, jangankan menghapal, mengeja namanya kerap salah. Dan, nama- nama itu sangat asing di telinga orang Indonesia.

Semisal Marc Klok, Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Rafael Struick, Ivar Jenner, Justin Hubner, atau Jay Idzes.

Pemain naturalisasi pertama di Indonesia yaitu Arnold van der Vin, kiper keturunan asal Belanda keturunan Indonesia lahir di Semarang.

Arnold tercatat membela Indonesia untuk pertama kali pada 27 Juli 1952 dalam pertandingan melawan Nan Hua, tim asal Hong Kong.

Apa itu naturalisasi?

Naturalisasi dalam sepak bola keniscayaan baru era PSSI Erick Tohir. Dan, kebijakan ini tengah dinikmati pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-yong.

Seorang pemain asing yang dinaturalisasi selain telah mendapatkan kewarganegaraan baru, ia juga punya histori asal-muasal nenek moyang dari Indonesia jika bermain di tim nasional di Indonesia.

Akuisisi kewarganegaraan diatur juga oleh FIFA. Agar dapat membela tim nasional organisasi sepakbola dunia harus memenuhi salah satu kriteria sang pemain lahir di Indonesia, ibu atau ayah kandung lahir di Indonesia, nenek atau kakek kandung lahir di Indonesia

Selangkah baik

Program naturalisasi tim nasional sepak bola Indonesia menuai torehan sejarah persepakbolaan nasional di dunia.

Untuk pertama kali timnas lolos ke fase gugur Piala Asia 2023. Pencapaian ini disusul dengan langkah fenomenal timnas Indonesia U-23 yang berhasil menembus semifinal Piala Asia U-23 2024.

Timnas Indonesia juga untuk pertama kali berhasil menembus putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Histori

Dari total 53 pemain naturalisasi, sebanyak 52 pemain dinaturalisasi sejak 2010. Diawali oleh Cristian Gonzales dan Kim Jeffrey Kurniawan.

Tahun 2010 dapat disebut sebagai titik awal naturalisasi gelombang pertama dalam kurun 2010–2014. Pada periode ini tercatat sebanyak 12 pemain berhasil dinaturalisasi. Selain Cristian Gonzales, ada nama Greg Nwokolo, Stefano Lilipaly, Victor Igbonefo, dan Raphael Maitimo.

Setelah tahun 2014 jumlah pemain naturalisasi tambahan antara lain Ezra Walian, Ilija Spasojevic, dan Beto Goncalves.

Sampai pertengahan 2024, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mendata hampir 400 pesepak bola diaspora Indonesia di luar negeri yang masih memegang paspor Indonesia

Kontra

Meski naturalisasi siginifikan pada perbaikan “nasib” persepakbolaan nasional, toh tetap saja mengundang pro-kontra. Setidaknya menjadi kekhawatiran pemain lokal tersingkirkan dari skuad timnas di ajang pertandingan internasional.

Tapi senyatanya kekhawatiran itu tak beralasan sebab pada skuad Indonesia masih ada nama pemain asli Tanah Air antara lain Asnawi Mangkualam, Rizky Ridho, dan Pratama Arhan. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response