Bandung Raya

Unisba Jadi Tuan Rumah Forum Nasional PSPPI, Dorong Penguatan Pendidikan Profesi Insinyur

9views

METRO BANDUNG, bandungpos.idForum Komunikasi Penyelenggara Program Profesi Insinyur terus berperan sebagai forum strategis bagi para pengelola Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) di Indonesia. Hingga kini, sebanyak 63 perguruan tinggi telah tergabung dalam forum tersebut untuk memperkuat pengembangan pendidikan profesi insinyur secara nasional.

Sebagai bagian dari program kerja, Forkom PPPI menyelenggarakan workshop dan sesi berbagi pengalaman terkait pelaksanaan kelas reguler. Pada kesempatan ini, Universitas Islam Bandung ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan yang berlangsung pada Rabu (29/4). Kegiatan ini diikuti oleh 85 peserta dari 45 perguruan tinggi penyelenggara PSPPI di seluruh Indonesia.

Acara dibuka dengan laporan Ketua Panitia yang juga Kaprodi PSPPI Unisba, Dr. Ir. Aviasti, M.Sc., IPM. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Dekan Fakultas Teknik Unisba Dr. Ir. M. Dzikron, MT., IPM., Ketua Umum Forkom PPPI Dr. Ir. Taufik Nur, IPU, CSSCP, APEC Eng., hingga akhirnya secara resmi dibuka oleh Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Numan, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.

Dalam sambutannya, Rektor Unisba menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pendidikan profesi insinyur di Indonesia. Ia menekankan bahwa Program Profesi Insinyur memiliki peran penting sebagai jembatan bagi lulusan Sarjana Teknik dan Sarjana Terapan Teknik menuju praktik keinsinyuran yang profesional.

Hal tersebut sejalan dengan ketentuan Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2022 yang menegaskan bahwa pendidikan profesi menjadi tahapan krusial dalam membentuk insinyur yang kompeten, beretika, dan bertanggung jawab.

Rektor juga berharap melalui rangkaian kegiatan workshop, sharing session, dan Rapat Kerja Nasional Khusus dapat dihasilkan kurikulum yang lebih adaptif, aplikatif, serta relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Sebagai tuan rumah, Unisba menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan profesi insinyur yang unggul secara kompetensi sekaligus berlandaskan nilai keislaman, integritas, dan tanggung jawab sosial.

Forum Nasional untuk Kolaborasi dan Penyelarasan Kurikulum

Forum ini menjadi ajang penting yang mempertemukan pengelola PSPPI dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan program secara nasional. Selain sebagai ruang berbagi pengalaman, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyelaraskan pemahaman kurikulum serta merumuskan praktik terbaik dalam pelaksanaan pembelajaran, baik melalui jalur reguler maupun Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Penyelenggaraan PSPPI di Indonesia berlandaskan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2019, yang mewajibkan setiap insinyur memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) sebagai syarat menjalankan praktik keinsinyuran secara legal.

Untuk memperoleh gelar Insinyur (Ir.), lulusan sarjana teknik harus mengikuti Program Profesi Insinyur yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi bekerja sama dengan kementerian terkait, Persatuan Insinyur Indonesia, serta kalangan industri. Setelah lulus, para insinyur dapat melanjutkan sertifikasi profesional melalui jenjang Insinyur Profesional Pratama (IPP), Insinyur Profesional Madya (IPM), hingga Insinyur Profesional Utama (IPU).

Kerangka hukum tersebut menegaskan bahwa PSPPI bukan sekadar program akademik, tetapi bagian dari sistem pengakuan kompetensi insinyur yang memiliki konsekuensi hukum dalam praktik keinsinyuran.

Pembaruan Kurikulum dan Praktik Lapangan

Dalam sesi pemaparan, Prof. Subagyo dari Forkom PSPPI sekaligus Guru Besar UGM menyampaikan pembaruan terkait struktur kurikulum PSPPI. Sementara itu, sesi berbagi pengalaman menghadirkan perwakilan dari PSPPI Fakultas Teknik UGM, UI, dan Unpar yang menjelaskan implementasi kelas reguler, khususnya praktik keinsinyuran di lapangan.

Workshop ini sekaligus menegaskan komitmen bersama seluruh penyelenggara PSPPI untuk terus meningkatkan kualitas lulusan insinyur Indonesia. Tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, profesionalisme, serta kepedulian terhadap keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Sebagai tuan rumah, Unisba berharap forum ini mampu memperkuat jejaring antar-PSPPI di Indonesia serta menjadi katalis dalam pengembangan program yang selaras dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional. Dengan ekosistem pendidikan profesi insinyur yang semakin kuat, diharapkan lahir lebih banyak insinyur profesional yang mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.(ask)***

Leave a Response