Oleh Ridhazia
Politisi ya politisi meski gelarnya seabreg sebagaimana gelar para akademisi.
Jika dibedakan diantara keduanya untuk sebagian politisi yang akademisi cenderung berpikir fleksibel. Ia memiliki memampuan beradaptasi, atau menyesuaikan diri dengan perubahan situasi, tuntutan, atau kondisi lebih cepat.
Politisi yang menapaki berpikir layaknha akademisi dapat dengan mudah memahami sekaligus mengatasi perubahan tanpa mengalami gangguan besar.
Sebagaimana kata fleksibel dalam bentuk benda. Fleksibel berarti lentur, mudah dibentuk mengacu pada sesuatu yang mudah ditekuk.
Dalam teori berpikir. Politisi mendekati pola berpikir terbuka jika ia memiliki kemauan untuk mendengar ide dan sudut pandang berbeda.
Semakin banyak sudut pandang yang dapat ia gunakan semakin besar pula kemampuan sang politisi untuk memunculkan ide atau solusi.
Kalau ada politisi tidak fleksibrl sebagaimana juga akademisi yang juga tidak fleksibel. Kedua manusia yang terikat kepentingan dalam keterbatasannya. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.





