Bandung, BANDUNGPOS.ID – KONI Kota Bandung menggelar Workshop Management Organisasi dengan tema “Meningkatkan Fungsi dan Peran Organisasi Cabang Olahraga Dalam mendukung Tercapainya Prestasi pada PORPROV XV/2026” .
Acara Workshop yang diinisiasi Bidang Organisasi KONI Kota Bandung tersebut dilaksanakan di Grand Asrilia Hotel Convention & Restaurant Jalan Pelajar Pejuang Kota Bandung, Kamis (22/8/2024). Hadir sebagai nara sumber antara lain Perwakilan KONI Jabar Rizky Mediantoro, SH MH dan Dwi Putro Aribowo SH dengan topik bahasan “Peraturan Mutasi Porprov XV/2026”.
Nara sumber kedua adalah Ketua Pengprov Aquatik Jabar Ir. Verdia Yosef SE dengan topik bahasan “Meningkatkan Fungsi dan Peran Management Organisasi Cabor dalam Menunjang Prestasi pada PORPROV XV/2026”
Sementara DR.Lius Risnuwanto M.Pd tampil sebagai naras sumber ketiga dengan topik bahasan “Program Pembinaan KONI Kota Bandung untuk Mencapai Prestasi pada PORPROV XV/2026”. Bertindak sebagai moderator, Bena Aji dari Bidang Hukum KONI Kota Bandung.
“Acara workshop bidang organisasi KONI Kota Bandung dilaksanakan kontinyu setiap tahun. Yang pertama kami berharap ada penyehatan kembali akan fungsi dan peran organisasi. Jangan sampai kelembagaan ini terkesan seolah-olah marwahnya hanya pada sisi pembinaan prestasinya saja,” ujar Sekretaris Umum KONI Kota Bandung, Cece Muharam.
Menurutnya, KONI Kota Bandung – dalam hal ini bidang organisasi, mencoba mengurai bahwa daya dukung yang kuat ini muncul dari organisasi terhadap proses pembinaan prestasi itu sendiri.
“Yang kedua, kita tidak memandang organisasi cabor tidak sehat akan tetapi alangkah eloknya kalau memang penyehatan organisasi ini terus recovery supaya semua yang mendukung keberhasilan ini berangkat dari oraganisasi itu sendiri,” ungkap Cece.
Terkait dengan PORPROV – lanjut Cece, selalu terjadi hal menarik terutama persoalan mutasi atlet. Untuk itu pihaknya mengundang pewakilan dari KONI Jabar untuk sama-sama membuka ruang diskusi sehingga pada gilirannya tidak carut marut.
“Yang kita kedepankan di PORPROV adalah prestasi dibanding prestise yang terlalu jauh pengertiannya. Dari sisi peran dan fungsi organisasi serta dari sisi mutasi atlet termasuk pembinaan atlet, mudah-mudaha dapat menggugah prestasi membanggakan,” papar Cece.
Cece mengatakan, kalau Jabar hattrick juara umum, Kota Bandung tentu tak mau hattrick di posisi tiga PORPROV. Untuk itulah situasional di PORPROV harus sama-sama dikawal.
“Minimalisirlah hal-hal yang berbau kepentingan demi prestasi di pentas PORPROV. Dulu Kang Emil (walikota Bandung saat itu Ridwan Kamil) sempat berujar Malaikat juga tahu siapa juara PORPRV sebenarnya,” ujar Cece.
Ditempat yang sama Kabid Organisasi KONI Kota Bandung Shalahudin Al Ayubi – yang akrab disapa Ayub, mengatakan dari 66 cabor dan 4 Badan Fungsional yang hadir, mendekati angka 100 persen.
“Peran organisasi cukup besar dalam meningkatkan prestasi. Ini sesuai dengan harapan kita yang ujung-ujungnya adalah prestasi. Otomatis yang kita bahas tak terpaku di organisasi saja, namun termasuk program pembinaan yang dilakukan KONI Kota Bandung dalam upaya mencapai hasil maksimal di PORPROV XV tahun 2026,” ucap Ayub.
Bidang organisasi – ungkap Ayub, ditahun 2024 dan 2025 mendatang sesuai dengan kebijakan KONI Kota Bandung arahnya adalah untuk mendukung pencapaian prestasi di PORPROV 2026. (den)





