TOKOH

Misi Penyelamatan Literasi: Sejak malam itu, Jose mulai "berburu" buku di setiap rute kerjanya. Setiap kali melihat sampul buku yang mengintip dari balik tumpukan limbah, ia akan mengambil, membersihkan, dan membawanya pulang.

193views

Misi Penyelamatan Literasi: Sejak malam itu, Jose mulai “berburu” buku di setiap rute kerjanya. Setiap kali melihat sampul buku yang mengintip dari balik tumpukan limbah, ia akan mengambil, membersihkan, dan membawanya pulang.

Jose Alberto Gutierrez membuktikan bahwa status pekerjaan tidak membatasi seseorang untuk memberikan dampak yang luar biasa bagi kemanusiaan:

​Penemuan Pertama yang Mengubah Segalanya: Suatu malam di tahun 1997, saat sedang bertugas mengangkut sampah di lingkungan elit Bogota, Jose menemukan sebuah buku berjudul “Anna Karenina” karya Leo Tolstoy di dalam kantong sampah. Ia merasa sangat sedih melihat karya hebat itu dibuang begitu saja.

​Misi Penyelamatan Literasi: Sejak malam itu, Jose mulai “berburu” buku di setiap rute kerjanya. Setiap kali melihat sampul buku yang mengintip dari balik tumpukan limbah, ia akan mengambil, membersihkan, dan membawanya pulang.

​Rumah yang Menjadi Perpustakaan: Selama lebih dari 20 tahun, rumahnya perlahan-lahan dipenuhi ribuan buku—mulai dari novel, buku sejarah, hingga buku sekolah. Ia pun membuka pintu rumahnya bagi anak-anak di lingkungannya yang kurang mampu untuk datang dan membaca secara gratis.

​Membangun Masa Depan: Proyeknya yang bernama “La Fuerza de las Palabras” (Kekuatan Kata-kata) kini telah menyumbangkan ribuan buku ke berbagai pelosok negeri, termasuk ke wilayah-wilayah yang tidak memiliki perpustakaan sama sekali.

Jose percaya bahwa “buku adalah harapan”. Bagi anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang penuh kekerasan dan kemiskinan, sebuah buku cerita bisa menjadi pintu pengungsi sekaligus inspirasi untuk menjadi orang hebat di masa depan.

​Ia mengingatkan bahwa pahlawan sejati tidak selalu datang dari kalangan elit. Kadang-kadang, mereka adalah orang-orang yang siap kotor dan menjaga cahaya ilmu tetap menyala bagi mereka yang telah terlupakan.** (Jejak  Muara/rm)

Leave a Response