KampusianaTOKOH

Sosok Tegas di Balik Kesederhanaan, Muhamad Taufik Safarudin Dipercaya Jadi Komandan Upacara

Muhamad Taufik Safarudin dikenal sebagai sosok sederhana, mudah bergaul, dan aktif dalam berbagai kegiatan.

30views

DI – lingkungan kampus, Muhamad Taufik Safarudin dikenal sebagai sosok sederhana, mudah bergaul, dan aktif dalam berbagai kegiatan. Namun, di balik pembawaannya yang tenang, tersimpan karakter disiplin, tanggung jawab, serta sederet kemampuan yang membuat namanya diperhitungkan di luar lingkungan kampus.

Sikap sopan dan kemampuan menjaga penampilan serta wibawa dalam berbagai situasi menjadi bagian dari kesehariannya. Tak hanya itu, Taufik juga memiliki ketertarikan dan kemampuan di bidang kesemililiteran yang agak menonjol.

Karakter itulah yang kemudian mengantarkannya dipercaya menjadi Komandan Upacara  pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Universitas Widyatama, Kota Bandung.

Bagi Taufik, kepercayaan tersebut bukan sekedar menjalankan tugas. Ada kebanggaan tersendiri ketika seorang mahasiswa dipercaya membawa nama almamater untuk menjalankan tugas di kampus lain.

Terlebih lagi, kesempatan itu menjadi pengalaman pertama menjadi komandan upacara di luar lingkungan kampusnya sendiri.

“Terus terang, menjadi komandan di kampus lain dengan status pinjam adalah kebahagiaan yang tak terhingga bagi saya,” ujar Muhamad Taufik Safarudin.

Taufik merupakan putra ketiga pasangan H. Encep Supita dan Lia Setiawati. Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswa semester tiga Universitas Islam Bandung (Unisba).

Dibalik postur tubuhnya yang tegap dan pembawaannya yang berwibawa, Taufik tetap dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Ia juga gemar berolahraga, terutama renang dan bulutangkis.

Namun, bagi Taufik, pencapaian bukanlah tujuan akhir. Ia ingin setiap pengalaman dan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan kelak memiliki manfaat yang lebih luas.

Ia menyimpan tekad untuk mengabdikan kemampuan yang dimilikinya, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga untuk masyarakat, bangsa, dan agama.

“Ilmu yang saya dapatkan ingin bermanfaat, terutama bagi keluarga, bahkan bagi bangsa dan agama,” tuturnya.

Kepercayaan menjadi komandan di kampus lain seakan menjadi awal dari perjalanan panjang Taufik. Di balik sosok muda yang sederhana itu, ada tekad untuk terus mempertahankan diri—menjaga disiplin, memegang tanggung jawab, dan membuktikan bahwa prestasi tidak selalu harus datang dengan banyak bicara.

Sebab, terkadang sosok yang paling menarik perhatian bukanlah mereka yang paling banyak tampil, melainkan mereka yang diam-diam terus mempersiapkan diri ketika kesempatan besar datang.** ( Ademj/BNN)

Leave a Response