TOKOH

Renungan 81 Tahun Indonesia Merdeka

Soejitnmin/BNN

84views

Oleh Soejitnmin –KITA  merenung dalam suasana yang hening dan khidmat. Delapan puluh satu tahun yang lalu, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Mari sejenak kita tundukkan kepala dan membuka hati. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah. Ada air mata, darah, pengorbanan, kehilangan, perjuangan dan doa dari para pahlawan yang mendahului kita.

Mereka mungkin tidak pernah menikmati Indonesia yang merdeka seperti yang kita rasakan hari ini. Namun mereka telah memberikan sesuatu yang sangat berharga: kesempatan bagi kita untuk hidup sebagai bangsa yang merdeka.

Pertanyaannya sekarang: Apa yang sudah kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan itu? Apakah kemerdekaan hanya berarti bebas berbicara, bebas memilih, bebas bepergian dan bebas menentukan kehidupan kita? Tentu tidak.

Kemerdekaan sejatinya adalah kesempatan untuk berbuat baik tanpa penindasan, kesempatan untuk membangun tanpa ketakutan, dan kesempatan untuk mengabdikan diri bagi bangsa dan sesama.

Karena itu, jangan sampai kemerdekaan yang diperjuangkan dengan pengorbanan para pahlawan justru kita rusak dengan keserakahan, korupsi, kebencian, permusuhan, fitnah, ketidakjujuran dan sikap tidak peduli terhadap sesama. Bangsa ini tidak hanya membutuhkan orang-orang yang cerdas. Bangsa ini membutuhkan manusia yang cerdas sekaligus beriman, berilmu sekaligus berintegritas, memiliki kekuasaan tetapi amanah, memiliki kemampuan tetapi rendah hati. Kita sering berharap Indonesia menjadi negara yang maju.

Tetapi kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh gedung-gedung tinggi, teknologi yang canggih atau kekayaan alam yang melimpah. Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh karakter manusianya. Kalau manusianya jujur, negara akan kuat. Kalau pemimpinnya amanah, rakyat akan percaya. Kalau masyarakatnya saling menghormati, bangsa akan damai.

Kalau orang-orang baik mau peduli dan aktif berbuat kebaikan, keburukan akan semakin sulit menguasai kehidupan. Malam ini marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing:

Sudahkah saya menjadi bagian dari solusi bagi bangsa ini? Jangan hanya bertanya, “Apa yang sudah diberikan negara kepada saya?”

Tetapi mari bertanya: “Apa yang sudah saya berikan kepada negara?” Mungkin kita bukan pejabat negara. Mungkin kita bukan orang kaya. Mungkin kita bukan tokoh besar.

Tetapi kita semua bisa melakukan sesuatu. Guru mendidik dengan ikhlas. Pemimpin memimpin dengan amanah. Pengusaha menjalankan usaha dengan jujur. Karyawan bekerja dengan penuh tanggung jawab. Orang tua mendidik anak-anaknya dengan keteladanan. Anak muda menggunakan energinya untuk berkarya. Masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah diadu domba. Itulah cara kita mengisi kemerdekaan.

Dan bagi kita yang beriman, perjuangan membangun bangsa juga merupakan bagian dari tanggung jawab kita kepada Allah. Allah tidak akan menilai seberapa besar jabatan kita, seberapa banyak harta kita, atau seberapa terkenal nama kita. Yang akan menjadi pertanggungjawaban adalah apa yang kita lakukan dengan kesempatan yang telah diberikan kepada kita. Karena itu, di malam peringatan 81 tahun kemerdekaan ini, marilah kita tidak hanya mengenang para pahlawan. Marilah kita meneruskan semangat kepahlawanan mereka.

Kalau dahulu para pahlawan berjuang melawan penjajahan, maka perjuangan kita hari ini adalah melawan kebodohan, kemiskinan, ketidakjujuran, korupsi, keserakahan, intoleransi, permusuhan dan berbagai bentuk kerusakan moral. Kalau dahulu mereka rela mengorbankan jiwa dan raga demi Indonesia, maka sekarang kita harus rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan kepentingan pribadi demi kebaikan bersama. Jangan sampai kita menjadi generasi yang hanya menikmati hasil perjuangan para pahlawan, tetapi tidak mau meneruskan perjuangan mereka.

Indonesia tidak membutuhkan lebih banyak orang yang hanya pandai mengkritik. Indonesia membutuhkan lebih banyak orang yang mau memperbaiki. Indonesia tidak hanya membutuhkan orang yang berani berbicara. Indonesia membutuhkan orang yang berani berbuat benar. Indonesia tidak hanya membutuhkan pemimpin yang hebat. Indonesia membutuhkan pemimpin yang amanah, jujur, berintegritas, dan yang mampu mensejahterakan rakyat. Dan Indonesia tidak hanya membutuhkan rakyat yang menuntut hak. Indonesia membutuhkan rakyat yang juga sadar akan kewajibannya.

Marilah kita menyalakan kembali semangat kebangsaan di dalam hati kita. Mari kita jaga persatuan. Mari kita hormati perbedaan. Mari kita hentikan kebiasaan saling mencaci. Mari kita berhenti menyebarkan berita yang belum tentu benar. Mari kita mulai dari diri sendiri untuk menjadi manusia yang lebih jujur, lebih bertanggung jawab, lebih peduli dan lebih bermanfaat. Karena sesungguhnya membangun Indonesia tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Bangsa yang besar dibangun dari jutaan kebaikan kecil yang dilakukan dengan ikhlas setiap hari.

Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka. Semoga usia kemerdekaan yang semakin panjang juga diikuti dengan semakin dewasa karakter bangsa kita. Semoga Indonesia menjadi negara yang maju, adil, makmur dan bermartabat. Semoga para pemimpinnya senantiasa diberikan petunjuk dan kekuatan untuk menjalankan amanah. Semoga rakyatnya diberikan kehidupan yang layak, tenteram dan sejahtera. Dan semoga kita semua diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa ini menuju Indonesia yang lebih baik.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Ampunilah dosa dan kesalahan para pahlawan kami. Terimalah pengorbanan mereka sebagai amal kebajikan. Berikanlah tempat terbaik di sisi-Mu kepada mereka. Berikanlah kepada bangsa Indonesia pemimpin-pemimpin yang amanah, jujur, adil dan takut kepada-Mu. Jauhkan negeri kami dari perpecahan, keserakahan, korupsi, fitnah dan permusuhan. Tumbuhkan dalam diri kami semangat untuk bekerja, berkarya, melayani dan berbuat baik. Jadikanlah kami manusia yang bukan hanya menikmati kemerdekaan, tetapi juga mampu menjaga dan mengisinya dengan kebaikan. Dan ketika kelak kami menghadap kepada-Mu, izinkan kami berkata:

“Ya Allah, selama hidup di negeri yang Engkau karuniakan kemerdekaan ini, kami telah berusaha menjadi manusia yang bermanfaat.” Dirgahayu Republik Indonesia. 81 tahun Indonesia Merdeka. Merdeka bukan sekadar bebas dari penjajahan. Merdeka adalah kesempatan untuk mengabdi, kesempatan untuk berbuat baik, dan kesempatan untuk mempertanggungjawabkan kehidupan kita di hadapan Allah SWT.**( Soejitnmin/BNN)

Leave a Response