Kolom Sosial Politik

Wisuda: Wilujeng Susah Damel!

293views

 

Oleh Ridhazia

Wisuda PTN/PTS kembali marak setiap akhir semesteran. Sebagaimana tradisi, sejumlah kampus menyelenggarakan upacara khusus pelantikan dan penglepasan alumni.

Inilah puncak kebahagiaan para orangtua karena berhasil mendidik anak-anaknya lulus dari perguruan tinggi. Sebuah status sosial yang membanggakan yang tidak semua orang tua di negeri ini bisa hadir dan mengikuti acara seremonial yang meriah.

Pengangguran!

Tetapi kebahagiaan para orangtua itu hanyalah sejenak. Setelah diwisuda usai, menunggu beberapa saat saja, ancaman pengangguran lulusan universitas segera menghadang.

Penganggur Meningkat

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) di Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) angka pengangguran alumni PTN/PTS meningkat.

Pasalnya utamanya, karena tidak semua alumni perguruan tinggi disiapkan bekerja. Apalagi lapangan kerja baru mengalami transformasi yang mengandalkan bidang teknologi. Terutama sejak AI (Artificial Intelegent) diterapkan untuk sejumlah pekerjaan.

Angka pengangguran di Indonesia telah menjadi sorotan setelah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbduristek) menyatakan, sebanyak 13,33% lulusan perguruan tinggi masih berstatus pengangguran.

Lebih jelasnya, terdapat 1.120.128 orang lulusan perguruan tinggi yang terhitung pengangguran sejak 2022.

Dengan rincian 235.559 lulusan perguruan tinggi vokasi dan 884.759 lulusan perguruan tinggi akademik.

Dari data dan fakta itulah lulusan PTN/PTS tidak lagi jaminan mendapat pekerjaan. Itu sebabnya di Tanah Sunda, kata wisuda sebagai ” Wilujeng Susah Damel”. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

 

Leave a Response