Kolom Sosial Politik

Toleransi Minum KOPI

432views

 

Oleh Ridhazia

Saking percayanya pada kopi, para penikmatnya mencari alasan dibalik kesukaannya itu. Katanya kopi bisa menjadikan penikmatnya merasa mood, berenergi, meningkatkan memori, juga responsif.

Padahal hanya pilihan subyektif saja. Bagi yang bukan penikmat kopi akan lain lagi.

Batas toleransi

Ternyata bersensasi dengan nikmat menyeruput kopi terikat batas toleransi. Mungkin ada yang memiliki toleransi tinggi. Sebaliknya ada yang rendah. Sebagian lain justru sensitif terhadap kafein.

Batas konsumsi kafein yang terbilang aman untuk sebagian besar orang dewasa menurut standar Eropa (dalam European Food Safety Authority, 2015) adalah 400 miligram (mg). Jumlah ini setara dengan empat cangkir kopi. Demikian juga di Indonesia. Batas konsumsi kafein yang ditetapkan oleh Kemenkes (2022) sebesar 3-4 gelas kopi sehari atau setara dengan 400 mg.

Siklus Sirkadian

Minum kopi sebaiknya disesuaikan dengan ritme sirkadian, yakni jam biologis agar kopi semestinya bisa berfungsi mengendalikan hormon stres (kortisol).

Sejumlah penelitian menemukan kadar kortisol naik pada pukul 07.00–08.00 pagi, kemudian menurun secara bertahap sepanjang hari (Ninad et al., 2021).

Waktu menyeruput kopi yang disarankan adalah akhir pagi hari pada pukul 10.00–12.00. Dalam waktu dua jam kadar kortisol dalam tubuh mulai menurun (Suni et al., 2023). Sekaligus menjadi waktu yang tepat untuk mengonsumsi kopi karena kafein pada kopi dapat memberikan efek ‘ booster’ pada tubuh. Yakni akan meningkatkan fokus berkegiatan. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response