Oleh Ridhazia
Amien Rais marah atas sikap PP Muhammadiyah menerima konsesi tambang dari pemerintah. Ia menganggap konsesi yang diterima ormas keagamaan terbesar ini sebagai “kail beracun”.
Sikap politisi, mantan Ketua Umum PP Muhamadiyah dan Ketua MPR-RI itu dinyatakan ke ruang publik setelah PP Muhammadiyah menerima konsesi tambang dari pemerintah seusai rapat pleno pada Sabtu (13/7/2024) kemarin.
Bukan Habitat Dakwah
Profesor Amien Rais beranggapan bisnis pertambangan bukan habitat dakwah Islam. Bahkan klaim penerimaan itu menghina akal sehat.
Sebab, di mana pun pertambangan batu bara pasti menghancurkan lingkungan, sampai ke tahap yang mustahil bisa dipulihkan kembali.
Bandit Tambang
Dunia pertambangan itu dunia yang ganas. Sebagian besar pemainnya adalah bandit-bandit tanpa moral. Karena, tujuannya hanya satu, mengeruk batu bara tanpa ampun demi dolar atau rupiah sebanyak-banyaknya
Gusdurian!
Konsesi tambang dari pemerintah yang diterima PBNU juga dipersoalkan Gusdurian, yakni kelompok gerakan moral simpatisan Gus Dur.
Gerakan sosial yang fokus pada isu-isu ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kesatriaan, maupun kearifan tradisi ini bersikap untuk menolak gagasan pemberian konsesi tambang.
Kata Gusdurian kalau bisnis tambang dicaplok ormas keagamaan berisiko menimbulkan ketegangan sosial di akar rumput umat beragama di negeri ini.
Selain itu memberi izin tambang kepada ormas keagamaan bertentangan dengan UU 3/2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) di mana penerima izin usaha tambang adalah badan usaha, koperasi, atau perusahaan perseorangan dengan cara lelang. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.





