Opini

Syarat Lulus SMA/SMK Harus Selesai Baca 20 Buku

Syarat Lulus SMA/SMK Harus Selesai Baca 20 Buku

301views

Oleh Bachtiar Adnan Kusuma,.S.Sos. MM

Sebuah ide brilian ketika gubernur Sulbar menyampaikan gagasannya tentang siswa wajib membaca 20 buku sebelum selesai studi, 2 hari ini kami berkutat pada penguatan Literasi sekolah yg kami sampaikan pada MPLS di SMK Neg.1 Tinambung, SMA Neg. 2 MAJENE, dan hari ini 16 Juli 2025 di SMK Neg. Balanipa. Kami sampaikan pentingnya penguatan literasi sekolah diantaranya adalah menempatkan perpustakaan pada lokasi strategis didepan sekolah tidak melulu dibelakang sekolah dgn ruang remang-remang, kipas bekas kantor, rak berdebu, buku yg masih kurikulum lama padahal sejatinya perpustakaan sekolah adalah peradaban ilmu.

SETUJU— dan ini ide menarik, Gubernur Sulbar Dr.Suhardi Duka, (BANDUNGPOS, Selasa 15 Juli 2025)  adalah senior kami di Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unhas. Perlu penguatan dari atas ke bawah, tak sekadar Diksi ajakan dan seruan, tapi wajib menjadi gerakan bersama, gerakan memassal, tak sekadar narasi di atas kertas, tapi lebih penting lagi implementasi ke bawah yaitu Aksi.

Langkah untuk menguatkan pasca seruan tertulis ke SMA SMK di Sulbar, diikuti Perda, Pergub agar lebih kuat dan bisa menjadi alas pelaksanaan di satuan pendidikan, juga satuan keluarga dan satuan masyarakat.

Berikutnya, kami usul Pak Gubernur Dr.Suhardi Duka, tak sekadar ajakan membaca buku, tapi juga seruan menulis buku. Keduanya harus sejurus dan sejalan. Gerakan Membaca buku siswa, juga gerakan menulis siswa dan guru-guru.

Izin Pak Gubernur Dr.Suhardi Duka, senior kami, Tingkat kemuskinan di Provinsi Sulbar sebelum Kakanda menjabat Gunernur, masih berada diangka 11,2 persen pada Maret 2024, mengalami penurunan 10,7 persen dengan jumlah penduduk miskin 155, 91 Ribu Jiwa.

Terobosan Pak Gubernur sangat tepat, hanya dengan mewajibkan baca buku siswa bisa mengurangi angka kemiskinan. “Knowledge Driven of Economy”. Kami yakin dengan tingkat kemajuan literasi baca dan Tulis bisa membawa kemauan Sulbar kedepan.

Provinsi Sulbar berdasarkan Tingkat Kegemaran Membaca TGM tahun 2024 berdasarkan kajian Perpustakaan Nasional masih kategori Sedang yaitu 67, 06 persen.

Kita butuh pemimpin Gubernur seperti kanda Dr.Suhardi Duka yang pro luterasi, kita butuh Bupati Chaidir Syam yang telah memberi Diksi dan Aksi menjadikan Kabupaten Maros kabupaten Literasi dengan TGM tertinggi di Sulsel yaitu 90, 94 persen. Kita Butuh sosok Chaidir Syam, kita butuh Suhardi Duka.

Dukungan yang sama juga diberikan penggiat literasi Sumatra Barat,  Muhammad Subhan, dikatakannya, tentu, sangat setuju (pula), Kanda. Gagasan keren dari seorang gubernur, dan idealnya, harus demikian.*** Bachtiar Adnan Kusuma (pengamat Pendidikan dan Literasi)

Leave a Response