Gaya Hidup

SENSASI SEMANGKOK CUANKI di Puncak Gunung Cikuray Garut

400views

Oleh: Ridhazia

CUANKIi identik dengan makanan khas Tanah Sunda. Tapi cuanki paling istimewa hanya yang dijual oleh Mang Kumis.

Jajanan berkuah berisi bakso, tahu, siomai dan pangsit goreng yang dijual semangkok 20 ribu rupiah ini dianggap berbeda dengan cuanki lain.

Pasalnya, cuanki ini hanya dijajakan di gunung Cikuray, puncak gunung “tertinggi” ke empat di Jawa Barat. Kurang lebih 2.821 meter di atas permukaan laut (9.255 kaki).

Di Garut hanya tiga gunung yang kerap menjadi target pendakian. Selain gunung Cikuray, dua gunung lainnya yaitu gunung Papandayan ( 2.665 mdpl) dan gunung Guntur (2.249 mpdl).

Sensasi Cuanki

Konon, tidak terasa lengkap kalau pendaki gunung yang berhasil merayap dan tiba di puncak Cikuray tidak mencicipi cuanki Mang Kumis.

Pasalnya, kenikmatan di puncak gunung Cikuray jika menyeruput teh panas, kopi dan semangkok cuanki.

Bukan semata-mata menjadi pelepas lelah dan lapar. Tapi menawarkan alternatif untuk menemukan sensasi menikmati keindahan pemandangan hamparan awan putih.

Apalagi pengalaman langka ini hingga tiba giliran sebuah pemandangan matahari terbenam (sunset) yang akan lebih terlihat jelas dari puncak gunung. Sebuah fenomena alam yang mengisyaratkan akan tiba waktunya malam.

Asal Usul Cuanki

Cuanki Mang Kumis sama saja dengan cuanki di tempat lain. Tapi sekedar untuk diketahui cuanki itu konon singkatan dari mencari ‘cuan sambil jalan kaki’.

Tapi dalam versi asli asal usul cuanki tidak begitu. Cuanki bermula dari bahasa Hokkien ‘choan kie’ yang berarti rejeki.*

   *Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, penggemar kuliner  lokal  dan aktivis wisata alam, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response