Kolom Sosial Politik

Silakan Tidur di Kelas!

275views

 

Oleh RIDHAZIA

Ketimbang program makan bergizi gratis (MBG), lebih baik program tidur gratis di dalam kelas.

Duit 77 triliun diarahkan untuk memperbaiki manajemen dan fasilitas kelas yang nyaman untuk melepaskan kantuk.

Perbaikan gizi diserahkan kepada orangtua dengan menambah jumlah uang belanja keluarga. Biar seluruh keluarga menikmati makan gratis bergizi.

Selain memberi upah dan gaji ribuan guru secara manusiawi. Biar para gurunya juga sehat dan profesional karena sebagian pendapatannya dibelanjakan untuk mendukung tugas mulianya.

Semisal kuliah kembali untuk penguatan kompetensi, bahkan membeli komputer/HP dan kendaraan untuk mobilitas pekerjaan. Mungkin juga tempat tinggal keluarga yang layak.

Toh, makanan bergizi tidak bisa distandarisasi cuma sarapan di sekolah.

Itu saran saja.

Berbekal pengalaman mengajar 40 tahunan, betapa berat mahasiswa menahan kantuk di dalam kelas.

Sebagai dosen saya sering menyarankan mahasiswa untuk tidur di kelas selama perkuliahan berjalan. Ketimbang “menyiksa” ia mengikuti kuliah. Menguap berkali-kali seraya menahan kantuk.

Tidurlah

Tidur di sekolah sudah menjadi kebijakan terbatas sekolah di Jepang, Korea Selatan dan Cina. Bahkan sudah diujicoba di Sidoarjo, Jawa Timur.

Hasil evaluasi program tidur di kelas itu ternyata positif. Selain memberi manfaat meningkatkan daya ingat, dan konsentrasi. Juga memperbaiki mood swing. Membantu tubuh pulih ketika menyerap materi belajar dengan baik.

Memberikan waktu istirahat dari kantuk yang cukup, dan memastikan anak mendapatkan dukungan suasana kelas yang nyaman. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom , jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi  dan komunikasi sosial politik. bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response