Uncategorized

Roadshow LSP Unisba Perkuat Implementasi Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa

16views

METRO BANDUNG, bandungpos.idLembaga Sertifikasi Profesi Unisba (LSPU) menghadirkan strategi baru dalam penguatan kompetensi mahasiswa dengan menggelar roadshow selama dua hari, Selasa dan Rabu (28–29 April 2026). Kegiatan ini menjadi alternatif dari pelaksanaan uji kompetensi yang biasanya rutin dilakukan, dengan fokus pada peningkatan pemahaman serta implementasi sertifikasi kompetensi di lingkungan kampus.

Roadshow tersebut dilaksanakan dalam empat sesi yang melibatkan seluruh fakultas. Pada hari pertama, sesi pagi diikuti oleh Fakultas Dakwah, Fakultas Syariah, serta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Sementara sesi siang menghadirkan Fakultas Hukum dan Fakultas Komunikasi.

Memasuki hari kedua, sesi pertama diikuti oleh Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, dan FMIPA. Adapun sesi terakhir melibatkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Psikologi.

Ketua LSPU, Dr. Ani Yuningsih, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pemahaman sekaligus implementasi sertifikasi kompetensi di lingkungan Universitas Islam Bandung (Unisba). Ia juga mengapresiasi dukungan dari pimpinan fakultas, program studi, serta para asesor yang turut menyukseskan forum diskusi kelompok (FGD) dalam empat sesi tersebut.

Menurut Ani, tujuan utama roadshow ini adalah menyamakan persepsi terkait profil lulusan dan urgensi pelaksanaan uji kompetensi, khususnya bagi program studi yang belum memiliki skema. Saat ini, LSPU telah memiliki 47 skema uji kompetensi yang didukung oleh 84 asesor serta 18 Tempat Uji Kompetensi (TUK).

Ia menjelaskan, beberapa program studi telah mewajibkan mahasiswa mengikuti uji kompetensi sebagai syarat sebelum sidang skripsi, meskipun masih ada prodi lain yang belum menerapkan kebijakan tersebut. Selain itu, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara berkala melakukan evaluasi terhadap skema yang ada. Bahkan, sejumlah skema di LSPU telah dilikuidasi karena dianggap tidak lagi relevan dengan perkembangan dunia kerja, terutama dengan pesatnya teknologi kecerdasan buatan (AI).

Penyesuaian dengan CPL dan Profil Lulusan

Ani menegaskan bahwa penyusunan skema uji kompetensi harus disesuaikan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) masing-masing mata kuliah karena berkaitan erat dengan profil lulusan program studi. Bahkan, dimungkinkan adanya skema khusus yang belum terakomodasi dalam standar SKKNI.

Dari hasil roadshow, muncul berbagai masukan, salah satunya usulan penerapan uji kompetensi bagi mahasiswa program magister (S2). Namun, hal ini perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan LSP P3 yang diperuntukkan bagi tenaga kerja, mengingat LSPU termasuk kategori LSP P1 yang fokus pada mahasiswa S1 yang belum bekerja.

Sebagai contoh implementasi, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik sebelumnya telah melaksanakan uji kompetensi melalui kerja sama dengan pihak eksternal.

Lebih lanjut, Ani menekankan bahwa sertifikasi kompetensi memiliki sejumlah manfaat penting, antara lain memberikan pengakuan resmi dari negara, meningkatkan kepercayaan dunia industri terhadap lulusan, serta memperkuat indikator CPL dan profil lulusan melalui sertifikat kompetensi yang tercantum dalam SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah).

Selain itu, terdapat pula usulan pengembangan skema baru, seperti kewirausahaan komunikasi digital yang dinilai relevan dengan perkembangan teknologi di bidang komunikasi.

Namun demikian, peserta juga menyoroti tantangan terkait waktu dan biaya. Pasalnya, pelaksanaan uji kompetensi seringkali berbarengan dengan proses penyusunan skripsi, sehingga mahasiswa harus mempertimbangkan prioritas karena keduanya sama-sama membutuhkan biaya.

Sementara itu, Kepala Seksi Sertifikasi LSPU, Dr. Nurul Chotidjah, S.H., M.H, menilai roadshow ini sebagai langkah konsolidasi penting bagi program studi. Kegiatan ini menjadi wadah bagi prodi yang belum memiliki skema, yang ingin mengembangkan skema baru, maupun yang perlu mengganti skema lama akibat evaluasi.

Ia menegaskan bahwa pemantauan berkelanjutan dari BNSP mendorong LSP Unisba untuk terus adaptif dan responsif terhadap perkembangan kebutuhan dunia kerja.(ask)***

Leave a Response