Uncategorized

Menuju Baitullah: Haru dan Khidmat Doa Restu untuk Ust. Jajang Enceng

12views

KAB. BANDUNG, Bandungpos Id.
Ratusan jemaah hadir memadati acara Walimatussafar lil Hajj pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini digelar sebagai wujud doa restu dan syukur menjelang keberangkatan Ust. Jajang Enceng bersama Ustdzh. Tuti N. Solihah. Berlangsung khidmat dan penuh spiritualitas, acara ini mempersatukan keluarga, tokoh agama, dan masyarakat dalam satu ikatan kasih sayang.

Suasana semakin hangat dengan kehadiran H. Andris Fajar Dai dari Kutawaringin yang didampingi Ust. Enjang Rohimat Dai dari Pasir Jambu. Jarak jauh pun terasa dekat demi menyatukan hati, melantunkan doa terbaik demi kelancaran perjalanan suci sang calon jemaah.

Dalam tausiah bertajuk “Urgensi Rukun dan Wajib Haji”, Ketua Dai Kamtibmas Polresta Bandung, KH Drs. Atus Ludin Mubarok, menekankan pentingnya memahami perbedaan mendasar antara keduanya. Rukun haji adalah pilar utama yang menentukan sah atau tidaknya ibadah; jika salah satu ditinggalkan, maka haji batal dan tidak dapat diganti dengan apa pun. Sementara wajib haji adalah amalan yang harus dikerjakan, namun jika terlewat karena udzur syar’i, hajinya tetap sah namun wajib ditebus dengan dam.

Pemahaman ini sangat krusial agar jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan benar dan sempurna. Ia mengingatkan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan proses pendewasaan jiwa yang menuntut keikhlasan total, ketabahan hati, dan ketundukan mutlak kepada kehendak Ilahi.

Terpilihnya seseorang menunaikan haji merupakan anugerah terindah sekaligus amanah besar. Momentum suci ini menjadi kesempatan emas untuk membersihkan diri dari noda dosa, serta memperkokoh iman dan takwa kepada Allah SWT dengan penuh kesungguhan batin.

Lebih jauh, ia menggarisbawahi nilai universal persaudaraan dan kesetaraan. Di tanah suci, seluruh jemaah melebur menjadi satu tanpa sekat status, bersatu dalam penghambaan. Nilai luhur inilah yang harus dibawa pulang menjadi fondasi kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Momen haru tercipta saat Ust. Jajang Enceng menyampaikan permohonan maaf secara tulus. Dengan kerendahan hati, ia memohon ampun atas segala khilaf, seraya memohon doa restu agar dapat kembali dengan predikat Haji Mabrur yang membawa berkah luas.

Acara diakhiri dengan suasana penuh keakraban, di mana seluruh jemaah berbaris melakukan salam-salaman. Satu per satu hadirin mendekat, menggenggam tangan Ust. Jajang Enceng dan istrinya, seraya melantunkan doa-doa terbaik secara langsung sebagai tanda kasih sayang yang tulus. (Ask/Id)***

Leave a Response