
Oleh: Ridhazia
MUNGKIN penasaran saja, ternyata naik bis tingkat jarak jauh yang mewah – hasil disrupsi besar dalam industri transportasi darat — tidak sepenuhnya memenuhi ekspektasi nyaman.
Meski demikian bus moderen premium layaknya business class atau first class di pesawat terbang itu tetap memanjakan penumpang dengan janji bisa istirahat selama pejalananan jauh.
Bus Kabin
Bus Sleeper yang populer sebagai bus rebahan bertingkat (bunk bed) secara histori digagas sejak 2016 lalu berkembang tahun 2020.
Babak baru bus layaknya hotel kapsul berjalan, lengkap dengan bantal, selimut, dan TV mirip kabin penumpang kelas luxury di kereta api atau penumpang kelas bisnis di pesawat.
Bukan hanya ada bantal, dan selimut penghangat tubuh, para penumpang dimanjakan fasilitas hiburan layar sentuh Video on Demand (AVOD). Tentu saja pengisi daya (USB port/power 0utlet) dan lampu baca di setiap bilik kabinnya.
Jadi Raja Sendirian
Begitu melangkah masuk, hiruk-pikuk jalan raya langsung lenyap, digantikan oleh atmosfer yang tenang dan privat.
Membayangkan berada hotel kapsul berjalan yang membawa menembus malam sejauh jarak Bandung-Denpasar seribuan kilometer.
Di dalam bilik saya seperti raja pemilik tunggal atas ruang sempit sendirian. Lampu baca yang temaram dan colokan pengisi daya di samping kepala masih bisa menciptakan ruang sudut kerja untuk menulis tanpa kehilangan bersantai yang sangat personal.
Apalagi bisa meluruskan atau menekuk, bisa juga bersila hingga tengkurap atau terlentang dengan selonjoran kaki tanpa batas memberikan sensasi tidur senyaman di kamar sendiri dalam dekapan AC.
Ah!*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Brat.


