
Oleh: Ridhazia
JAUH dari anggapan kebanyakan pendatang dari luar Bali, suvenir berbentuk penis tetaplah mengundang senyum. Mungkin juga tanya.
Padahal senyatanya, penis kerajinan kayu yang dikenal dengan sebutan lolok memiliki akar budaya, spiritual, dan filosofi yang sangat dalam bagi penduduk Bali.
Kata lolok berasal dari benda bersejarah yang biasa disebut lingga dalam ajaran agama Hindu. Lingga merupakan atribut terkuat dari dewa tertinggi atau kerap dikaitkan dengan Dewa Siwa.
Harga Bergantung Ukuran
Sovenir Lolok khas Bali ini dijual berkisar antara Rp10.000 hingga Rp100.000. Bergantung pada jenis dan ukuran barangnya.
Lolok yang panjang besar lebih mahal harganya dari yang mungil kecil seperti penis anak kecil yang baru disunat.
Tapi lolok kecil lebih tampil lucu-lucu kalau dikoleksi untuk gantungan kunci karena oleh pangrajin diberi warna.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan GUnung Djati, kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.



