Kolom Sosial Politik

Prediksi Ahli Astronomi : Bakal Dua Versi Lebaran!

484views

 

Oleh Ridhazia

Pusat Astronomi Internasional memberi memprediksi akan ada perbedaan perayaan hari raya Idul Fitri 2025.

Pasalnya, bulan sabit Syawal tidak akan dapat dilihat pada Sabtu, 29 Maret di seluruh dunia Islam.

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa bulan akan terbenam sebelum matahari, sementara konjungsi akan terjadi setelah matahari terbenam.

Pengamatan bulan sabit, dengan mata telanjang, atau teleskop, maupun metode lainnya, tidak akan memungkinkan pada 29 Maret.

Awal Syawal, bulan Ramadan kemungkinan akan berlangsung selama 30 hari, sehingga Idul Fitri diperkirakan jatuh pada Senin, 31 Maret.

Namun, karena konjungsi akan terjadi sebelum matahari terbenam di beberapa wilayah yang memungkinkan bulan terbenam setelah matahari terbenam di bagian tengah dan barat dunia Islam.

Beberapa negara mungkin akan memutuskan Idul Fitri pada Ahad, 30 Maret, berdasarkan metode tradisional penentuan hilal.

Ada Gerhana

Para astronom dalam bingkai sains memprediksi pada siang Sabtu, akan terjadi gerhana matahari parsial yang terlihat di bagian barat dunia Arab, termasuk Mauritania, Maroko, Aljazair, dan Tunisia.

Gerhana matahari ini merupakan fenomena astronomi yang dapat disaksikan dengan mata telanjang, yang memberikan bukti nyata bahwa bulan sabit tidak akan terlihat pada waktu tersebut maupun beberapa jam setelahnya.

Jika ada yang kemudian mengklaim pada hari itu ada pengamatan yang dapat dilihat secara langsung ini, maka klaim-klaim palsu tentang penglihatan bulan sabit pada hari itu.

Klaim tersebut merupakan kesalahan yang jelas, karena bertentangan dengan kenyataan astronomi bahwa bulan sabit tidak akan terlihat di langit. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response