Luar Negeri

PKM Magister Ilmu Komunikasi Unisba dan PPI Malaysia Dorong Pola Pikir Positif Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri

228views

MALAYSIA, bandungpos.id – Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digagas Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba) bersama Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia (PPI Malaysia) menghadirkan suasana penuh inspirasi bagi mahasiswa Indonesia yang tengah menimba ilmu di Negeri Jiran, Selasa (11/11).

Kegiatan bertajuk “Building Positive Mindset and Behavior for a Better Community” ini diikuti delapan perwakilan PPI Malaysia, terdiri atas satu mahasiswa program sarjana, enam mahasiswa magister, dan dua mahasiswa doktoral. Mereka terlibat aktif dalam sesi refleksi dan diskusi yang menyoroti pentingnya pola pikir positif, perilaku adaptif, serta daya tahan mental dalam menghadapi dinamika kehidupan akademik dan sosial di luar negeri.

Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami bahwa studi di luar negeri bukan sekadar mengejar prestasi akademik, tetapi juga proses menempa diri — menumbuhkan kedewasaan emosional, membangun karakter tangguh, dan menumbuhkan tanggung jawab sosial untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Diskusi yang interaktif dan penuh semangat membuka ruang bagi para pelajar Indonesia untuk berbagi pengalaman, belajar mengelola tekanan akademik secara sehat, serta memperkuat budaya komunikasi yang saling menghargai dan membangun. Semua itu diharapkan dapat menjadi bekal untuk berkontribusi nyata, baik selama berada di Malaysia maupun ketika kembali ke tanah air.

Salah satu pembicara, Muhammad Nur Ilmi Abisri, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Unisba, menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya menjaga mindset positif dan komunikasi empatik di lingkungan pelajar Indonesia di luar negeri. Menurut Ilmi, semangat belajar yang tulus dan dukungan antarsesama mahasiswa adalah fondasi kuat dalam menciptakan komunitas yang harmonis dan bermanfaat.

Di penghujung kegiatan, seluruh peserta sepakat untuk terus menumbuhkan semangat positif, memperkuat niat baik dalam menuntut ilmu, dan menjadikan pengetahuan sebagai jalan untuk menebar kebaikan.

“Belajar bukan sekadar menambah pengetahuan, melainkan menumbuhkan kemanusiaan. Ilmu akan bermakna ketika ia dibagikan untuk kebaikan bersama,” tutur Muhammad menutup sesi dengan penuh makna.(sani/bnn)

Leave a Response