Luar Negeri

Dosen Mikom Unisba Bahas Teori Broken Windows di USIM Malaysia

192views

MALAYSIA, bandungpos.id — Program Magister Ilmu Komunikasi (Mikom) Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menegaskan kiprahnya di kancah akademik internasional melalui kegiatan Visiting Lecturer di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Acara yang digelar pada 11 November 2025 di kampus USIM tersebut menghadirkan Dr. O. Hasbiansyah, Drs., M.Si., dosen MIKOM Unisba, sebagai pembicara tamu dengan topik menarik bertajuk “Culture and Communication: Reinterpreting the Broken Windows Theory in the Indonesian Workplace.”

Program ini dirancang untuk memperluas wawasan mahasiswa pascasarjana tentang teori komunikasi dalam konteks lintas budaya, sekaligus memperkuat kolaborasi akademik antara Unisba dan USIM. Melalui tema tersebut, diskusi diarahkan untuk mengaitkan teori sosial klasik dengan dinamika komunikasi organisasi dan budaya kerja di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Dr. Hasbiansyah mengulas bagaimana Teori Broken Windows—yang semula lahir dari kajian sosial dan kriminologi—dapat dimaknai kembali untuk memahami perilaku komunikasi serta etos kerja dalam organisasi. Ia menyoroti bahwa lingkungan kerja yang diabaikan, baik secara fisik maupun moral, kerap menjadi awal kemunduran etika profesional dan pola komunikasi di tempat kerja.

Dengan pendekatan berbasis budaya dan komunikasi, teori ini ditawarkan sebagai refleksi bagi organisasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, terbuka, dan produktif. Antusiasme tinggi terlihat dari partisipasi aktif para mahasiswa dan dosen Faculty of Leadership and Management USIM serta Program Magister Ilmu Komunikasi Unisba dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Kegiatan ini membuka wawasan baru mengenai keterkaitan erat antara budaya, komunikasi, dan perilaku organisasi. Selain memperkaya khazanah akademik peserta, acara tersebut juga mempererat jalinan kerja sama antara Unisba dan USIM dalam bidang pendidikan dan riset internasional.

Melalui inisiatif ini, kedua institusi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi akademik lintas negara dan mengembangkan studi komunikasi yang berpijak pada nilai dan budaya.(sani/bnn)

Leave a Response