Kolom Sosial Politik

ONO Vs MULYONO

630views

Oleh Ridhazia

Ono menuding sosok Mulyono dibalik Anies gagal diusung PDIP pada Pilgub Jawa Barat (Jabar).

Siapa Ono?

Ono dimaksud adalah Ono Surono tokoh nelayan pantura. Selain masih menjadi ketua koperasi perikanan yang terbesar di Jawa Barat, politisi partai Banteng Moncong Putih itu anggota DPR-RI sekaligus menjadi Ketua DPD PDIP Jawa Barat.

Gondrong

Namanya mulai dikenal publik Jawa Barat karena tampil gondrong sebahu di sejumlah baligo menjelang pilgub Jabar.

Tampilannya itu cukup menarik perhatian karena berbanding terbalik dengan rerata politisi yang lain yang klimis.

Elektoral Ono

Tingkat elektoral Ono paling tinggi untuk kontestasi Cagub Jabar. Tapi jika ia menjadi pasangan Ridwan Kamil
Angkanya kepercayaan publik mencapai 56,7%). Mengungguli duet Dedi Mulyadi-Bima Arya Sugiarto yang tembus sebatas 37,3 persen.

Tapi belakangan Ono terpuruk di tengah perjalanan menuju Gedung Sate. Pasalnya, RK diusung untuk cagub Jakarta.

Alih-alih memilih Ono, DPP PDIP justru mengusung Jeje Wiradinata. Mantan Bupati Pangandaran dipasangkan dengan komedian Ronal, bukan dia. Padahal ia berharap Anies menjadi cagub Jabar berpasangan dengan dia.Lalu, Mulyono disalahkan.

Siapa Mulyono

Nama Mulyono belakangan ini ramai media sosial. Nama itu tak asing untuk menyebut nama Joko Widodo.

Mulyono merupakan nama kecil dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Nama itu digunakan orangtua saat itu lahir pada 1961 di Rumah Sakit Brayat Minulyo, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Namun nama tersebut tak bertahan lama karena sakit-sakitan. Dalam budaya Jawa, jika seorang bayi laki-laki mengalami sakit yang terus menerus, bisa jadi nama yang diberikan terlalu berat. Lantas orang tuanya memutuskan untuk mengganti nama putra sulungnya tersebut menjadi Joko Widodo.

“Tapi nama itu tak terlalu lama saya miliki karena orang tua saya segera mencari nama baru ketika saya berulang kali sakit,” kata Jokowi dalam buku “Jokowi Menuju Cahaya” karya Alberthiene Endah yang diterbitkan pada 2018.*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

 

Leave a Response